Banten

Founder Aplikasi Jagat Minta Maaf, Misi Berburu Koin Jagat Ditiadakan dan Hadirkan Fitur Baru yang Lebih Positif

Aldi Gultom | 16 Januari 2025, 20:47 WIB
Founder Aplikasi Jagat Minta Maaf, Misi Berburu Koin Jagat Ditiadakan dan Hadirkan Fitur Baru yang Lebih Positif

 

AKURAT BANTEN - Aplikasi berburu koin Jagat yang sempat viral karena fitur berburu koinnya kini mengalami perubahan besar.

Terlihat dari video yang ditayangkan oleh akun instagram @jakut.info ratusan orang sedang berusaha untuk berburu koin jagat dan menimbulkan kerusakan fasilitas lingkungan. 

Setelah menuai kontroversi dan mendapat teguran dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kominfo), Co-Founder Jagat, Barry Beagen, secara resmi meminta maaf dan mengumumkan penghentian fitur berburu koin.

Baca Juga: Tragedi Kebakaran Glodok Plaza, Satu Orang Ditemukan Meninggal dan Empat Lainnya Masih Belum Ditemukan

Dalam pertemuan dengan Kominfo pada Rabu, 15 Januari 2025, Barry Beagen menyatakan komitmennya untuk mengubah format kegiatan berburu koin menjadi "Misi Jagat".

Fitur baru ini dirancang untuk mendorong pengguna Jagat berkontribusi positif terhadap lingkungan dan fasilitas umum.

"Dengan adanya Misi Jagat, kami akan mendorong pengguna untuk melakukan perbaikan pada ruang publik terlebih dahulu, dan selama periode ini, tidak akan ada koin yang dapat diburu dalam aplikasi Jagat," ujar Barry.

Baca Juga: Erica Carlina Pemeran Utama Film Pengantin Setan, Pacaran Gak Suka Cowok Bule, Ada Apa ? Ini Profilnya...

Perubahan fitur ini dilakukan sebagai respons atas kritik dan masukan dari masyarakat serta pemerintah.

Fitur berburu koin jagat sebelumnya dianggap memicu perilaku yang tidak bertanggung jawab dan merusak lingkungan.

Dengan Misi Jagat, Jagat berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Kawasan Padat Penduduk di Kemayoran Gempol, 30 Rumah Hangus!

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, mengapresiasi langkah Jagat dalam mengubah fitur aplikasinya.

Angga juga mengingatkan pentingnya bagi pengembang aplikasi untuk selalu memperhatikan dampak sosial dari produk yang mereka buat.

"Kami berharap perubahan ini dapat menjadi contoh bagi pengembang aplikasi lainnya untuk menciptakan produk yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Angga.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.