Banten

Ciledug Dikepung Proyek Pemda, Malapetaka Warga Tangerang

Noudhy Valdryno | 29 September 2024, 17:32 WIB
Ciledug Dikepung Proyek Pemda, Malapetaka Warga Tangerang

 

AKURAT BANTEN - Baru 3 bulan belakangan ini, masyarakat yang hendak bepergian harus mengubah rutenya untuk menghindari Jalan Hos Cokroaminoto, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. 

Hal itu dilakukan para pengendara agar terhindar dari kemacetan pada jam sibuk di depan POM Bensin Puri Beta 2, akibat adanya pengerjaan penggantian jembatan yang merupakan proyek Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). 

Proyek APBD Provinsi Banten 2013 yang memiliki nilai paket pekerjaan Rp 9.6 Miliar itu dikerjakan oleh CV. Mahatama Karya, dengan konsultan pengawas PT Rinjani Jasa Consultant untuk waktu pelaksana 180 hari kalender.

Baca Juga: Infaq dan Shodaqoh Sekolah Menurut Islam

Adanya proyek tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang pun membuat rekayasa lalu lintas, agar pengendara bisa melewati Jl.H.Saba Joglo sebagai jalur alternatif menuju Jakarta Barat. 

Namun beberapa hari ini, masyarakat kembali dibuat bingung ketika mengetahui adanya proyek baru, yaitu peningkatan jalan Dr. Soetomo, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, yang sebelumnya jalur merupakan dijadikan jalan alternatif mereka. 

Pengerjaan proyek APBD Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas PUPR dengan anggaran Rp948.424.000 ini, dengan pelaksana CV. Nurkalam Cipta Solusi akan dikerjakan 90 hati kalender. 

Baca Juga: Warga Kamantren Cisimet, Siap Menangkan Andra Soni, Dukungan Ulama dan Tokoh Masyarakat Melalui Istigosah dan Doa Bersama

Hal itu pun, sontak membuat para masyarakat kesal karena harus rela bermacet-macetan lantaran tidak ada jalan lain. 

“Iya, proyek jembatan di Puri Beta aja belum kelar yang buat kemacetan, ditambah lagi proyek Gebyuran ini. Ampun dah pemerintah,” ujar seorang pengendara, Nurul Akbar (38), Minggu (29/9/2024).

Diketahui, untuk proyek peningkatan jalan Dr. Soetomo ini baru akan selesai pada 31 Oktober 2024, sedangkan untuk jembatan sasak Puri Beta 2 baru sesuai pada akhir Desember 2024.

Baca Juga: Bawaslu Pandeglang: Pemberi dan Penerima Sembako Bisa Kena Sanksi Pidana 

“Kalau mau ada proyek, harusnya dilakukan pada saat malam hari. Dimana intensitas aktivitas masyarakat sedikit dan volume kendaraan juga sedikit. Nah ini dikerjain di waktu jalanan lagi rame-ramenya kendaraan dan aktifitas masyarakat,” ungkap Akbar. 

Selain itu, untuk pengerjaan peningian jalan tersebut dianggap tidak mengedepankan keselamatan pekerja serta pengguna jalan lainnya. 

“Sangat membahayakan. Ga ada rambu-rambu di jalanan, padahal jalanan berlubang yang cukup besar dan ngga sedikit juga lubangnya,” tandasnya. 

Baca Juga: Anggota DPRD Lebak Angkat Bicara, Ambulance Tidak Bayar Parkir pun, RSUD Adjidarmo Tak Akan Bangkrut

Diberitakan sebelumnya, seorang pengendara motor mengalami kecelakaan tunggal akibat galian proyek peningkatan jalan Dr. Soetomo, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Minggu (29/9/2024) dini hari. 

Seorang pria paruh baya yang mengenakan kemeja sopir taksi blue bird itu, terperosok karena tidak mengetahui jika jalan yang dilintasi telah berlubang-lubang cukup dalam.

Akibatnya, pria tersebut mengalami luka-luka dengan darah yang cukup parah pada bagian kepala, badan, tangan dan kakinya. 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.