Sahroni Tepis Batal Jadi Timses RK-Suswono di Pilgub Jakarta, Sebab Retaknya Hubungan KIM Plus dan Nasdem

AKURAT BANTEN - Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sekaligus Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni, batal menjadi Ketua Tim Sukses (Timses) bakal Pasangan Calon (Paslon) Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta.
Adapun alasan Ahmad Sahroni batal menjadi ketua tim pemenangan Ridwan Kamil-Suswono, Ia mengaku memiliki tugas lain di Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus sehingga posisinya akan dipegang rekannya yang lain.
Saat didesak terkait nama rekannya tersebut, Sahroni tidak menyebut siapa sosok yang akan menjadi ketua timses RK-Suswono yang dimaksud.
Baca Juga: Ini Alasan Jokowi Rela Berkantor di IKN Selama 40 Hari, Hingga Purnatugas
Sahroni menepis anggapan dirinya menolak tugas tersebut karena beredarnya kabar keretakan hubungan antara NasDem di KIM Plus.
"Penugasan lain untuk saya ini juga jelas masih di ranah pilkada dan KIM Plus, (Saat ini) NasDem tetap solid dengan koalisi sekarang, Siapa yang akan mengemban posisi itu, nanti dari elite koalisi yang umumkan" sambungnya.
Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan Sahroni akan menjadi Ketua Tim Sukses RK-Suswono, sesuai yang diinginkan KIM Plus.
Baca Juga: Dinilai Berprestasi dan Berpengalaman, Partai Buruh Dukung Andika-Nanang
"Gabungan Partai Koalisi KIM Plus menunjuk Ahmad Sahroni menjadi Ketua tim pemenangan RK-Suswono di DKI Jakarta," ungkapnya kepada wartawan, Minggu (8/9).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Indonesia dan Rusia Jajaki Kerja Sama Satelit dan AI, Ada Apa di Baliknya?
- 10Pemadaman Internet Nasional 25-27 September 2026 Ternyata Hoaks, Komdigi Buka Fakta Sebenarnya







