Banten

Manfaatkan Lahan Tidur, Pemdes Kalanganyar Tanam Alpukat Jenis Aligator

Berlian Rahmah Dewanto | 6 Juli 2024, 18:00 WIB
Manfaatkan Lahan Tidur, Pemdes Kalanganyar Tanam Alpukat Jenis Aligator

 

AKURAT BANTEN, LEBAK - Melalui pengembangan budi daya tanaman alpukat aligator Pemerintah Desa (Pemdes) Kalanganyar Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak Banten berupaya memanfatkan lahan tidur disulap menjadi lahan tanaman alpukat.

Alpukat Aligator ini, tanaman langka di Kabupaten Lebak, petani jarang sekali tertarik untuk menggembangkan alpukat.

Baca Juga: Kesbangpol Kab. Tangerang dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tangerang Bekerja sama Untuk Mencegah Peredaran Narkoba

Sutisna Beni Kepala Desa Kalanganyar Kecamatan Kalanganyar mengungkapkan, dengan memanfatkan lahar tidur yang sudah lama tidak digarap, kami tertarik untuk mencoba tanaman alpukat jenis aligator.

"Pembukaan lahan menggunakan alat berat beko selama tiga hari dengan sewa alat beko Rp 5 juta. Bibit alpukat jenis aligator ini,belum ada di Desa lain. Makanya kami mencoba untuk menanam mengembangkan tanaman tersebut.

Jenis bibit alpuket aligator, beli dari Kabupaten Pandeglang, perbatangnya Rp 50 ribu, ditanam dilahan seluas 3000 meter, sebanyak 250 batang, dengan jarak tanam 5 meter,di Kampung Batu belah," ujar Kades Beni pada Akurat Banten Di kantornya, Sabtu (6/7/2024).

Ungkap Beni,dalam penanamannya, melibatkan warga Desa Kalanganyar sebanyak 8 orang, upah perlobangnya berikut tanam sekaligus pemupukan sebesar Rp 35 ribu.

Baca Juga: Belasan Pasien Depresi Akibat Judi Online dan Pinjol, Ditangani Poli Klinik Jiwa RSUD Karawang

"Kebutuhan untuk pupuk scamm anggaranya Rp 500 ribu, pemeliharaan melibatkan tiga orang, di prediksi alpukat jenis aligator berbuah sekiat 1 hingga 2 tahun.

"Sementara dengan pemilik lahan sudah ada perjanjian, sifatnya hibah bersarat,selain itu, hasil dari panen bagi hasil,termasuk pengelola," jelas Beni.

Ungkap Kades,selain penanaman bibit alpukat juga sarana prasarana fisik desa Jalan Usaha Tani (JUT) di Kampung Paair Madang,dengan panjang 200 meter,lebar 1,2 meter menggunakan paving block.

Anggaran tersebut dari Dana Desa (DD) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2024.

Baca Juga: Terungkap ORDAL! Biang Kerok Lumpuhnya PDN di Serang Ransomware

Tujuan di bangunnya JUT, tiada lain untuk menunjang sarana prasarana fiasik Desa dan mempermudah para petani mengangkut hasil panen menggunakan roda dua, juga untuk meningkatkan perekonomian warga setempat," terang Kades


Sementara Sukrin Harum Ketua Kelompok Tani Sri Makmur mengatakan, syukur alhamdulillah dan mengucapkan terima kasih pada Pak Kades yang telah mempercayakan penanaman alpukat pada kelompok tani kami. Sehingga ini menjadi memotivasi terhadap Kelompok tani di Desa.(ADV)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.