Fatwa MUI Membuat UMKM Tidak Menyediakan Produk Yang Berkaitan Dengan Israel, Ruginya Sampai Benjamin Netanyahu Merana

AKURAT BANTEN - Gerakan boikot terhadap produk dari dan pendukung Israel gencar di seluruh dunia. Ini seiring dengan serangan Israel yang semakin bertubi-tubi di tanah Palestina, Akibatnya, sejumlah perusahaan yang menjadi sasaran boikot mulai ketar-ketir. Mereka memberikan klarifikasi karena gerakan boikot dilaporkan sudah berdampak pada kurangnya minat konsumen.
Gerakan boikot ini bukan tanpa dasar. Karena ini dilakukan guna menekan terwujudnya gencatan senjata dari konflik geopolitik antara Israel dan Palestina, Tidak bisa dipungkiri ada faktor maupun konsekuensi yang akan muncul dari gerakan boikot produk yang dilakukan masyarakat termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Ditambah lagi, Majelis Ulana Indonesia (MUI) juga sudah mengeluarkan fatwa haram mengonsumsi berbagai produk yang berkaitan dengan Israel.
Maka akan semakin menguatkan aksi boikot dalam skala lebih luas. Fatwa MUI menjadi pegangan bagi UMKM guna turut melakukan pemboikotan, Dengan fatwa ini akan menjadi pegangan bagi pelaku UMKM di dalam negeri, agar fokus atau konsen terhadap masalah. Ini mengingat konsumen mereka relatif banyak ke konsumen Muslim dan punya kesadaran terkait konflik antara Israel dan Palestina.
Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai aksi boikot produk pro Israel yang tengah dilakukan masyarakat bisa berdampak ke industri nasional. Di antaranya kemungkinan pengurangan karyawan atau PHK.
- Baca Juga: Gerakan Boikot Produk Israel Mulai Berdampak, MUI Tegaskan yang Bersertifikat Halal Boleh Digunakan
- Baca Juga: Dukung Agresi Militer Israel, Produk Danone di Indonesia Haram Menurut Fatwa MUI
- Baca Juga: Fatwa Baru MUI: Wajib Dukung Palestina, Haram Beli Produk Suatu Negara Yang Dukung Agresi Israel
Aksi tolak produk Israel secara global
Kerugian Israel sebenarnya sudah terjadi sejak 2014, Data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa ekspor barang-barang intermediet mengalami penurunan tajam dari 2014 hingga 2016 sehingga menimbulkan kerugian sekitar US$ 6 miliar atau sekitar Rp 94,16 triliun. Sebagai perbandingan di tahun 2014, 2016, dan 2018 itu, Maka pada 2023 ini bisa dipastikan memang ekonomi Israel cukup kena pengaruh dari aksi dunia.
Belum ada laporan nilai kerugian terbaru yang diderita Israel, namun laporan Al Jazeera pada 2018 lalu mengungkap bahwa gerakan boikot berpotensi menimbulkan kerugian hingga US$11,5 miliar atau sekitar Rp180,48 triliun (asumsi kurs Rp15.694/US$) per tahun bagi Israel.
Israel jelas khawatir terhadap dampak kerugian ini. Dalam beberapa waktu terakhir, misi prioritas diplomatik Israel adalah penanggulangan gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS).
Bahkan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah bertindak untuk melarang kelompok-kelompok yang mendukung gerakan boikot, Sebab ribuan orang di Israel berpotensi kehilangan pekerjaan jika negara mereka diboikot secara penuh oleh internasional.
Namun The Jerusalem Post, Israel membantah bahwa gerakan boikot dapat merugikan mereka. Justru, mereka akan menambah penderitaan bagi rakyat Palestina, bukan menguranginya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 4Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 5Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 6Wendi Cagur Bikin Geger! Akun Medsos Diduga Dibatasi Usai Suarakan Karhutla, 5 Figur Publik Ikut Disorot
- 7Kabar Terbaru MBG! Siswa Boleh Tambah Makan, Sistem Prasmanan Diuji di 10 Provinsi
- 8Disetujui Prabowo, Siswa Tak Bisa Otomatis Naik Kelas Mulai 2027/2028! Ini Aturan Barunya
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap









