JOKOWI akan Dikenang Sebagai Bapak Perusak Demokrasi Indonesia? di Kumpas Tuntas Oleh Majalah TIME!

AKURAT BANTEN - Majalah Time menilai bahwa sebelumnya demokrasi di Indonesia relatif lebih baik atau mulai mencapai puncaknya. Namun belakangan sangat terlihat kepemimpinan yang ditunjukkan Jokowi di masa periode akhir, Dimana terdapat potensi kemunduran demokrasi di Indonesia, Hal ini di karenakan menurunnya kepercayaan publik terhadap konsep kepemimpinannya.
Majalah Time memperkirakan Jokowi akan dikenang sebagai Presiden yang mengantarkan kemunduran demokrasi di Indonesia. Dengan kata lain, Jokowi akan dicap sebagai bapak perusak demokrasi.
Kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan rampung dalam satu tahun ke depan dari satu dekade berkuasa di Indonesia.
Baca Juga: 7 Persiapan Penting Bagi Pasangan Yang Ingin 'MENIKAH' Dalam Pandangan Islam
"Seiring dengan berakhirnya satu dekade pemerintahan Jokowi, ia mungkin akan lebih dikenang karena mengantarkan era baru, (yakni) kemunduran demokrasi," tulis Majalah Time di
Majalah Time mengingat perjalanan seorang Jokowi hingga berhasil menjadi orang nomor satu di Indonesia periode 2014-2024. Sosok Jokowi sempat menghadirkan optimisme seputar kondisi demokrasi yang bahkan dinilai berada di puncaknya.
Jokowi bahkan sempat menjadi mercusuar harapan rakyat Indonesia lantaran bukan berasal dari kelompok elite. Namun harapan itu mulai sirna seiring manuver Jokowi di akhir kepemimpinannya.
Baca Juga: Destinasi Sakral 'BATU QUR'AN' di Kaki Gunung Karang Pandeglang Banten
"Pada saat dinasti-dinasti secara tradisional mendominasi arena politik Indonesia, naiknya Jokowi, yang merupakan seorang pengusaha kayu dan mebel sebelum menjadi gubernur Jakarta, dielu-elukan sebagai sebuah mercusuar harapan," tulis Majalah Time.
Majalah Time melihat Jokowi tengah berusaha membangun Ibu Kota Negara Nusantara sebagai warisan besarnya. Namun pembangunan ini justru dinilai sebagai warisan gelap Jokowi.
"Presiden Indonesia Joko Widodo pernah menjadi mercusuar harapan. (Dan sekarang) rencana pemindahan Ibu Kota Negara merupakan warisan kelam, Serta menjadikan monumen kemunduran demokrasi di Indonesia," tegas majalah Time.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 6Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'










