FANTASTIS! Gaji Rp93 Juta Sebulan! Kisah Pipit Sriati, ART Asal Indonesia yang Bekerja di Rumah Mewah Cristiano Ronaldo

AKURAT BANTEN– Siapa sangka, keberuntungan besar menghampiri seorang wanita asal Indonesia bernama Pipit Sriati.
Dilansir dari channel Youtube Warta Kota News, yang telah dilihat 4 ribu kali. Di usianya yang menginjak 47 tahun, Pipit mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah mengungkapkan pengalamannya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) untuk megabintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, di Riyadh, Arab Saudi.
Bukan sekadar pekerjaan biasa, Pipit mengungkapkan bahwa ia menerima gaji fantastis yang nyaris menyentuh angka Rp100 juta per bulan, tepatnya sekitar Rp93 juta.
Angka ini tentu sangat kontras dengan bayangan umum tentang gaji pekerja rumah tangga pada umumnya.
Dari Keraguan Menuju Titik Balik Kehidupan
Sepuluh tahun lalu, bagi Pipit, mendapatkan gaji puluhan juta rupiah hanya untuk mengurus rumah tangga adalah hal yang mustahil.
Awalnya, ia pun sempat diliputi rasa takut dan ragu. Usia yang tidak lagi muda serta perbedaan budaya yang mencolok menjadi beban pikiran tersendiri saat ia memutuskan berangkat ke Timur Tengah
"Rasa takut sempat ada, apalagi bekerja untuk sosok global seperti Ronaldo," tuturnya. Namun, keraguan itu sirna seketika saat ia melihat angka di kontrak kerjanya. Bagi Pipit, ini adalah titik balik besar untuk masa depannya .
Baca Juga: Pidato Menag di HAB ke 80 Kemenag 2026, Kerukunan Umat Jadi Kunci Indonesia Damai dan Maju
Standar Tinggi di Balik Kemewahan Rumah CR7
Namun, gaji besar tentu datang dengan tanggung jawab yang tak kalah besar. Pipit menceritakan bahwa bekerja di kediaman Ronaldo menuntut profesionalisme dan ketelitian tingkat tinggi.
Berikut adalah gambaran lingkungan kerja Pipit di rumah sang mega bintang:
Baca Juga: Belum Diumumkan Juga, Teka-Teki Pelatih Baru Timnas Indonesia Masih Mengarah ke John Herdman
- Standar Kebersihan Ekstrem: Rumah Ronaldo di Riyadh digambarkan sangat luas dan megah. Setiap sudut harus dirawat dengan sangat cermat, rapi, dan "berkilau".
- Bukan Sekadar Tenaga Fisik: Ketelitian adalah kunci utama. Pipit dituntut untuk bekerja secara terstruktur dan disiplin.
- Lingkungan Profesional: Bekerja di sana membuatnya belajar banyak hal baru, mulai dari manajemen waktu hingga adaptasi budaya yang sangat ketat.
Baca Juga: Anggaran Kebersihan Tembus Rp22,3 Miliar, DLH Tangsel Dinilai Gagal Tekan Krisis Sampah
Inspirasi Bagi Pekerja Migran
Kisah Pipit Sriati menjadi bukti bahwa kesempatan besar bisa datang kepada siapa saja tanpa memandang usia.
Dengan dedikasi dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman, Pipit kini menjalani hidup yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya—menjadi bagian dari lingkaran domestik salah satu atlet terkaya di dunia.
Kisah viral ini pun memicu diskusi hangat di kalangan netizen Indonesia, memberikan harapan sekaligus decak kagum atas keberuntungan dan kerja keras Pipit di negeri orang (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 6Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Cole Palmer Lagi-Lagi Tak Bisa Bela Inggris, Begini Respons Thomas Tuchel
- 10Gol Kemenangan Berujung Petaka, Mbappé Cedera dan Harus Pulang ke Madrid: Ada Apa dengan Lututnya?



