Banten

Pemerintah Kucurkan Puluhan Miliar Rupiah Pulihkan Pendidikan Pascabencana di Aceh dan Sumatera

Moehamad Dheny Permana | 31 Desember 2025, 14:07 WIB
Pemerintah Kucurkan Puluhan Miliar Rupiah Pulihkan Pendidikan Pascabencana di Aceh dan Sumatera

Akurat Banten - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggelontorkan dana puluhan miliar rupiah untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di wilayah yang terdampak banjir dan longsor.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa penanganan darurat pendidikan menjadi prioritas utama agar sekolah, guru, dan peserta didik tidak semakin terdampak secara berkepanjangan.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Abdul Mu'ti mengungkapkan total anggaran operasional pendidikan darurat yang telah disalurkan mencapai Rp25,915 miliar.

Ia merinci, Provinsi Aceh menerima alokasi terbesar yakni Rp11,295 miliar karena tingkat kerusakan dan jumlah sekolah terdampak dinilai cukup signifikan.

Sementara itu, Sumatera Barat memperoleh dukungan dana sebesar Rp8,540 miliar dan Sumatera Utara sebesar Rp6,80 miliar untuk kebutuhan serupa.

Selain anggaran operasional, Kemendikdasmen juga menyiapkan bantuan dukungan psikososial bagi warga sekolah yang mengalami trauma akibat bencana alam.

“Untuk dukungan psikososial, Aceh mendapatkan Rp300 juta, Sumatera Barat Rp200 juta, dan Sumatera Utara Rp200 juta, sehingga totalnya Rp700 juta,” ujar Mu'ti.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu pemulihan mental peserta didik dan tenaga pendidik agar proses pembelajaran dapat kembali berjalan secara normal.

Tidak hanya fokus pada pemulihan psikologis, pemerintah juga menyalurkan bantuan sarana pembelajaran berupa buku pelajaran dalam jumlah besar.

Di Aceh, sebanyak 90 ribu eksemplar buku telah didistribusikan ke sekolah-sekolah yang terdampak bencana.

Sumatera Barat menerima sekitar 70 ribu eksemplar buku, sedangkan Sumatera Utara mendapatkan 50 ribu eksemplar buku.

Secara keseluruhan, jumlah buku yang disalurkan ke tiga provinsi tersebut mencapai 212 ribu eksemplar.

Baca Juga: DPR Soroti Batas Waktu Sekolah Darurat di Aceh, Relokasi Warga Jadi Agenda Mendesak

Kemendikdasmen juga memberikan perhatian khusus kepada para guru yang terdampak bencana melalui bantuan langsung tunai.

Di Provinsi Aceh, bantuan senilai Rp15,722 miliar telah disalurkan kepada 7.861 guru yang terdampak.

Sumatera Barat menerima bantuan Rp5,590 miliar untuk 2.795 guru, sementara Sumatera Utara memperoleh Rp11,566 miliar bagi 5.783 guru.

Abdul Mu'ti menambahkan bahwa penanganan juga dilakukan di wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Lumajang.

Untuk daerah tersebut, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan sebesar Rp56 juta kepada 28 guru.

“Total guru yang menerima bantuan mencapai 16.467 orang dengan nilai penyaluran Rp32,934 miliar,” kata Abdul Mu'ti.

Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan kepada guru ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima.

“Prosesnya memang membutuhkan waktu karena jumlah penerimanya cukup besar, tetapi transfer sudah mulai berjalan,” ujarnya.

Selain bantuan tunai, pemerintah turut menyalurkan perlengkapan sekolah atau school kit untuk mendukung kegiatan belajar di lokasi terdampak.

Sebanyak 15.500 paket school kit dikirimkan ke Aceh, 5.000 paket ke Sumatera Barat, dan 6.500 paket ke Sumatera Utara.

Baca Juga: TPT Kota Tangerang Turun Jadi 5,89 Persen di 2025

Total keseluruhan school kit yang disalurkan mencapai 27.000 paket.

Kemendikdasmen juga mendirikan tenda darurat sebagai ruang belajar sementara bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat.

Di Aceh, tenda darurat yang didirikan berjumlah 78 unit, sementara di Sumatera Barat sebanyak 22 unit dan Sumatera Utara 47 unit.

Jumlah tenda darurat yang telah disiapkan pemerintah secara keseluruhan mencapai 147 unit.

Tak hanya itu, ruang kelas darurat juga dibangun untuk memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung.

Sebanyak 100 ruang kelas darurat didirikan di Aceh, 30 di Sumatera Barat, dan 30 di Sumatera Utara.

“Total ruang kelas darurat yang sudah kami siapkan ada 160 unit,” pungkas Abdul Mu'ti.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.