Banten

Warga Bukit Nusa Indah Serua Inisiasi Biopori, Targetkan 300 Lubang Kurangi Sampah Organik

Irsyad Mohammad | 18 Desember 2025, 19:26 WIB
Warga Bukit Nusa Indah Serua Inisiasi Biopori, Targetkan 300 Lubang Kurangi Sampah Organik

AKURAT BANTEN - Kepedulian terhadap persoalan sampah ditunjukkan warga Perumahan Bukit Nusa Indah Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Melalui inisiatif bersama, warga RT 05 dan 06 RW 11 membuat puluhan lubang biopori untuk mengelola sampah organik rumah tangga secara mandiri.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi volume sampah yang selama ini dihasilkan setiap hari. Pembuatan biopori dipilih karena dinilai efektif untuk menampung dan mengurai sampah organik langsung dari sumbernya, yakni rumah tangga warga.

Ketua RT setempat, Pramono Subekti, menyampaikan bahwa gerakan pembuatan biopori itu merupakan bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam membantu penanganan sampah di Kota Tangerang Selatan.

Baca Juga: BRIN Dorong Pemanfaatan Teknologi Riset untuk Atasi Persoalan Sampah Perkotaan

"Kita selaku warga ikut berkontribusi dalam menangani sampah ini, jadi jangan dibebankan ke Pemerintah Tangsel saja, tapi kita harus bergerak. Dalam hal ini meminimalisir sampah-sampah yang ada, salah satunya dengan membuat biopori," katanya, Kamis, 18 Desember 2025.

Menurut Pramono, program tersebut tidak berhenti pada puluhan lubang biopori yang telah dibuat. Ke depan, ucap dia, warga menargetkan pembangunan hingga 300 lubang biopori di seluruh lingkungan perumahan.

Setiap rumah direncanakan memiliki tiga lubang biopori dengan kedalaman minimal sekitar satu meter.

Baca Juga: GEGER! Sosok Clara Wirianda Dituding 'Ibu Kandung' Lily Anak Angkat Raffi-Gigi, Caption 'Bunga Kesayangan' Jadi Bukti? Ini Klarifikasi Menohok!

Pengerjaan biopori tersebut, jelas Pram dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan swadaya warga.

Selain itu, warga juga tengah menyiapkan pembentukan bank sampah untuk mengelola sampah non-organik agar dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi.

"Sehingga kalau bisa sampah itu cukup diatasi oleh warga, tidak hanya ditanggung sendiri oleh pemerintah. Mudah-mudahan Pemkot Tangsel segera mencari solusi terbaik untuk tangani masalah sampah," ungkapnya.

Baca Juga: ‘Maaf Komdigi, Pasukan Bayangan Terpaksa Bergerak!’ Pak Bray Tumbangkan Aplikasi Matel yang Resahkan Warga, Data Rakyat Kini Aman!

Di tempat yang sama, Hal senada disampaikan warga lainnya, Zulkifli. Ia menilai persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata kewajiban pemerintah daerah.

"Persoalan sampah tidak bisa hanya menyalahkan pemerintah. Kita sebagai warga juga ikut bertanggung jawab, salah satunya dengan gerakan pembuatan biopori yang dilakukan secara mandiri," ujarnya.

Zulkifli mengajak kepada masyarakat Kota Tangerang Selatan untuk mulai berinisiatif mengolah sampah dari rumah masing-masing agar persoalan tersebut dapat ditekan sejak dari sumbernya.

"Untuk warga Tangsel, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pemerintah tentang penumpukan sampah, tapi kita bisa lakukan secara pribadi rumah ke rumah membuat biopori untuk mengolah sampah organik di rumah," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.