Banten

Uluran Tangan Polda Metro Bangkitkan Harapan Pedagang Korban Rusuh Kalibata

Moehamad Dheny Permana | 14 Desember 2025, 20:17 WIB
Uluran Tangan Polda Metro Bangkitkan Harapan Pedagang Korban Rusuh Kalibata

Akurat Banten - Deretan kios yang hangus dan puing-puing sisa kericuhan di sekitar Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, menjadi saksi beratnya dampak sosial dan ekonomi yang dialami para pedagang kecil di kawasan tersebut.

Pasca-insiden yang mengguncang wilayah itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Asep Edi Suheri turun tangan dengan memberikan bantuan langsung kepada para pedagang yang kehilangan tempat usaha dan modal akibat aksi anarkis tersebut.

Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa dukungan modal untuk memulai kembali usaha, tetapi juga jaminan pengamanan agar aktivitas jual beli dapat berjalan tanpa rasa takut.

Koordinator Pedagang Kalibata, Purwanto, menyampaikan rasa syukur atas perhatian aparat kepolisian yang dinilainya menjadi angin segar di tengah situasi sulit yang mereka alami.

“Alhamdulillah, bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi kami, dan yang lebih penting lagi ada jaminan keamanan saat kami kembali berjualan,” ujar Purwanto.

Meski kondisi keamanan di lokasi telah dinyatakan kondusif, Purwanto mengakui sebagian besar pedagang masih diliputi trauma dan belum berani membuka lapak seperti sediakala.

Menurutnya, rasa takut bukan satu-satunya hambatan, karena banyak pedagang benar-benar kehilangan seluruh modal usaha akibat kios yang dibakar dan dirusak massa.

“Situasinya memang sudah aman, tapi trauma itu masih ada, dan kami juga kehabisan modal untuk memulai lagi,” katanya.

Baca Juga: Polri Didamba Publik Kian Bersih dari Kepentingan Politik, Suara Daerah Minta Reformasi Dipacu

Kerusakan yang terjadi disebut hampir merata, dengan sebagian besar kios dan tenda pedagang hancur total sehingga menyisakan beban berat bagi para pelaku usaha kecil tersebut.

“Kondisi kami benar-benar hancur, teman-teman mau jualan lagi pun sudah tidak punya apa-apa,” ucap Purwanto.

Di tengah keterpurukan itu, perwakilan pedagang mendapat undangan ke Polda Metro Jaya dan diterima langsung oleh Wakapolda yang mewakili Kapolda Metro Jaya.

Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus permohonan maaf atas peristiwa yang menimpa para pedagang.

“Wakapolda menyampaikan rasa prihatin dan permintaan maaf atas kejadian ini, dan itu sangat kami hargai,” ujar Purwanto.

Selain empati, Kapolda Metro Jaya juga memastikan pengamanan penuh akan disiagakan ketika pedagang mulai kembali beraktivitas di lokasi terdampak.

Tak hanya itu, bantuan modal juga dijanjikan untuk membantu para korban memulai kembali usaha mereka secara bertahap.

Purwanto menegaskan bantuan tersebut akan disalurkan secara adil dan transparan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan yang dialami masing-masing pedagang.

“Pembagian akan disesuaikan dengan kerusakan, karena kondisinya berbeda-beda,” katanya.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat puluhan pedagang di kawasan tersebut yang terdiri dari pedagang tenda bongkar pasang dan pedagang permanen.

Total terdapat 64 tenda yang digunakan sekitar 40 pedagang aktif sebelum kericuhan terjadi.

Namun, penyaluran bantuan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena proses pendataan ulang masih berlangsung.

Baca Juga: Penglipuran Tawarkan Sensasi Sehari Menjadi Orang Bali untuk Libur Akhir Tahun

Purwanto menyebut pendataan ulang diperlukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya data ulang pemilik warung dan kios agar pembagian transparan dan jelas,” ujarnya.

Kericuhan di Kalibata sendiri dipicu aksi balas dendam kelompok penagih utang setelah dua rekan mereka tewas dalam pengeroyokan.

Amukan massa kemudian berujung pada pembakaran kios, kendaraan, serta perusakan rumah warga di sekitar lokasi.

Polda Metro Jaya mencatat total kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai hampir Rp1,2 miliar.

Selain proses hukum yang masih berjalan, kepolisian membuka peluang revitalisasi kawasan bersama pemerintah daerah.

Bagi para pedagang, bantuan dari Kapolda Metro Jaya menjadi titik awal untuk bangkit meski luka batin akibat kericuhan belum sepenuhnya pulih.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.