Banten

JEJAK GELAP RATU NARKOTIKA: Bukan Orang Sembarangan, Siapa Sebenarnya 'Dewi Astutik', Gembong 2 Ton Sabu yang Diburu Global?

Saeful Anwar | 4 Desember 2025, 07:56 WIB
JEJAK GELAP RATU NARKOTIKA: Bukan Orang Sembarangan, Siapa Sebenarnya 'Dewi Astutik', Gembong 2 Ton Sabu yang Diburu Global?

  

AKURAT BANTEN– Sosoknya tiba-tiba menjadi headline internasional. Bukan karena prestasi, melainkan karena kejahatan bernilai Rp 5 triliun.

Dewi Astutik—nama alias dari Paryatin (43)—adalah gembong narkoba kelas kakap, yang perannya terentang dari mengatur dana triliunan hingga merekrut kurir di Asia Tenggara

Penangkapannya di Kamboja oleh tim gabungan BNN, Interpol, dan BAIS TNI mengakhiri pelarian dramatis sang Ratu Logistik yang menjadi target buruan Indonesia, bahkan Korea Selatan.

Baca Juga: JAWABAN TEGAS! Prabowo Minta Pembalakan Liar Ditelisik, Satgas PKH Bongkar Sumber Kayu Gelondongan Pakai 'Mata' Satelit!

Identitas Palsu Sang Gembong: Dari TKW Menjadi Otak Intelektual

Fakta paling mencengangkan dalam kasus ini adalah Paryatin diduga memalsukan identitas menggunakan nama adik kandungnya, Dewi Astutik, untuk mengelabui penegak hukum selama bertahun-tahun.

Latar belakang Paryatin sendiri penuh kontras:

Asal: Perempuan dari Dusun Sumber Agung, Ponorogo, Jawa Timur.

Awal Mula: Ia memiliki riwayat panjang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan, Hong Kong, dan Kamboja.

Titik Balik: Di luar negeri, ia diduga menjalin koneksi dengan jaringan narkotika, hingga akhirnya dipercaya memegang peran sentral dalam operasi penyelundupan 2 ton sabu dari jaringan Golden Triangle.

Baca Juga: 'Epy Kusnandar Sudah Mati!': Kisah Pilu Bintang Sinetron di Balik Larisnya Warung Makan, Modal Awal Gadekan Cincin Kawin!

Ratu Logistik dan Dana Triliunan: Peran Vital yang Tak Tergantikan

Paryatin tidak hanya seorang pengecer; ia adalah otak intelektual yang mengendalikan seluruh mesin logistik dan pendanaan sindikat. Perannya terbagi dalam dua pilar utama:

Fungsi Utama

Detail Peran Dewi Astutik (Paryatin)

Pengendali Logistik & Keuangan

Mengelola dan mengamankan dana triliunan rupiah untuk pembelian sabu skala ton. Mengatur penyewaan kapal, kontainer, dan rute pelayaran agar barang lolos dari deteksi aparat.

Rekrutor dan Operator Lapangan

Merekrut kurir dan operator lapangan (seringkali WNI) dengan iming-iming uang besar. Ia menjadi simpul yang menghubungkan produsen di hulu (Golden Triangle) dengan jaringan distribusi di hilir (termasuk jaringan Fredy Pratama).

Keterlibatannya dalam jaringan Fredy Pratama dan fakta ia juga diburu oleh aparat Korea Selatan menegaskan posisinya sebagai simpul krusial dalam rantai distribusi narkoba yang membentang dari Asia Tenggara hingga Asia Timur.

Baca Juga: Perkuat Peran Pers, Wiranto Apresiasi PWI sebagai Penghubung Pemerintah dan Publik

Jejak Pribadi: Keluarga yang Terpisah dari Bisnis Haram

Dalam drama pelariannya, terungkap bahwa kehidupan pribadi Paryatin terpisah jauh dari kegiatan kriminalnya:

Suami: Ia diketahui memiliki suami di Ponorogo. Namun, hubungan pernikahan mereka sudah tidak harmonis dan terpisah lama. Sang suami menyatakan tidak mengetahui sama sekali bisnis gelap yang dijalankan Paryatin di luar negeri.

Anak: Ya, Paryatin memiliki anak yang saat ini tinggal bersama suaminya di kampung halaman. Sebuah ironi tragis di balik bisnis haram yang ia jalankan.

Baca Juga: 3 Kali Berjuang dari Maut! 'Kang Mus' Epy Kusnandar Meninggal Setelah Lolos dari Kanker Otak, Stroke, dan Jeruji Besi

Akhir Pelarian dan Kepulangan Kilat

Pelarian Dewi Astutik berakhir dramatis pada 1 Desember 2025 di sebuah hotel di Sihanoukville, Kamboja.

Penangkapan ini adalah hasil operasi senyap yang cepat dan terkoordinasi. Bahkan, proses ekstradisi (pemulangan) berlangsung kilat, hanya berselang satu hari. Pada 2 Desember 2025, Paryatin sudah tiba di Jakarta dan langsung diserahkan kepada BNN untuk pemeriksaan intensif.

Pesan BNN: Penangkapan ini disebut berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari bahaya narkotika.

Kini, dengan ditangkapnya sang Ratu Logistik, BNN berharap dapat membongkar lapisan-lapisan gelap sindikat ini, mengungkap pendanaan, dan menyeret semua aktor intelektual lainnya, termasuk pria misterius yang mendampinginya saat penangkapan (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman