Banten

Lonjakan Mengejutkan QRIS Tap Menggebrak Transaksi Digital Tanah Air

Moehamad Dheny Permana | 22 November 2025, 06:29 WIB
Lonjakan Mengejutkan QRIS Tap Menggebrak Transaksi Digital Tanah Air

Akurat Banten - Bank Indonesia mencatat lonjakan signifikan pada penggunaan fitur pembayaran digital terbaru QRIS Tap yang sejak peluncurannya pada Maret 2025 telah mengumpulkan nilai transaksi Rp13,8 miliar.

Frekuensi transaksi pun menembus sekitar 252 ribu kali sehingga menandai antusiasme publik terhadap metode pembayaran yang tidak lagi memerlukan proses pindai.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menegaskan bahwa performa cerah QRIS Tap juga tampak dari jumlah merchant yang telah siap melayani transaksi mencapai 1,1 juta merchant.

“Kami melihat minat masyarakat cukup besar dan pengembangan QRIS Tap akan terus kami percepat,” ujar Filianingsih.

Ia mengatakan pihaknya menargetkan seluruh gate transportasi dapat menerapkan teknologi ini sehingga masyarakat dapat melakukan pembayaran dengan lebih cepat dan efisien.

Menurut Filianingsih, BI juga tengah mempersiapkan fitur lanjutan berupa sistem Tap in dan Tap out untuk memberi kemudahan perjalanan publik terutama di moda transportasi perkotaan.

Baca Juga: Jejak Raksasa Tambang Ilegal yang Mulai Terbongkar di Bangka Tengah

“Perluasan ke sektor retail pun akan kami lakukan baik di pusat perbelanjaan maupun pasar-pasar daerah agar seluruh ekosistem siap menerima QRIS Tap,” ucapnya.

Saat ini fitur tersebut sudah berjalan di sektor transportasi di 14 provinsi mulai dari Sumatera Utara hingga Bali dan akan terus diperluas ke daerah lainnya.

Terkait implementasi lintas negara, BI menyampaikan bahwa QRIS cross-border menunjukkan pertumbuhan positif baik dari transaksi masuk maupun keluar.

Kerja sama dengan sejumlah negara terus diperluas dan BI kini tengah mengembangkan sandbox QRIS cross-border bersama Korea Selatan sebagai langkah memperkuat jejaring pembayaran regional.

Di sisi lain, Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan kinerja ekonomi dan keuangan digital yang tetap tumbuh solid sepanjang Oktober 2025.

Ia menyebut volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,45 miliar transaksi atau naik 31,20 persen secara tahunan berkat semakin luasnya akseptasi pembayaran non-tunai.

Transaksi melalui aplikasi mobile meningkat 2,91 persen dan internet banking tumbuh 12,03 persen sementara QRIS mencatat peningkatan luar biasa hingga 139,45 persen.

Pertumbuhan itu didorong oleh bertambahnya jumlah pengguna aktif dan perluasan merchant yang terus merata di berbagai wilayah.

Baca Juga: Benang Kusut Tambang Nikel Maluku Utara: Tumpang Tindih Izin, Manipulasi Tapal Batas, dan Perang Korporasi

Dari sisi infrastruktur pembayaran BI-FAST mencatat 446,77 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp1.115,09 triliun pada Oktober 2025 atau tumbuh 31,96 persen secara tahunan.

Adapun transaksi nilai besar melalui sistem BI-RTGS mencapai 0,99 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp22.524,61 triliun.

Perry juga menyampaikan bahwa Uang Kartal Yang Diedarkan tumbuh 13,37 persen menjadi Rp1.213,76 triliun menunjukkan kebutuhan likuiditas masyarakat yang tetap tinggi.

“Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga didukung infrastruktur yang kuat dan industri yang semakin sehat,” kata Perry.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.