Banten

ABH Pembuat Bom SMAN 72 Ternyata Belanja Bahan Peledak Secara Online, Polisi: Keluarga Tak Curiga Sama Sekali

Andi Syafrani | 21 November 2025, 13:31 WIB
ABH Pembuat Bom SMAN 72 Ternyata Belanja Bahan Peledak Secara Online, Polisi: Keluarga Tak Curiga Sama Sekali

AKURAT BANTEN - Penyelidikan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta terus memasuki babak baru. Polda Metro Jaya mengungkap bahwa Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) yang diduga sebagai pelaku merakit bom diduga mendapatkan bahan-bahan peledak itu melalui platform belanja online tanpa diketahui keluarganya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa paket berisi bahan berbahaya tersebut diterima langsung oleh orang tua sang anak, namun mereka tidak memiliki kecurigaan apa pun.

“Iya seperti itu, belinya online dikirim lewat paket. Karena kan orang tuanya yang menerima,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (21/11/2025).

Baca Juga: JATAM Bongkar Carut-Marut Tambang Nikel Maluku Utara dan Derita Warga di Tanah Sendiri

ABH, menurut Budi, mengaku kepada keluarganya bahwa barang-barang itu digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Karena alasan itulah sang orang tua tidak pernah menanyakan lebih jauh apa saja isi paket yang masuk ke rumah.

“Kalau ke keluarga, dia bilang untuk ekstrakurikuler. Jadi disimpan saja sama pihak keluarga tanpa curiga apa-apa,” ujar Budi.

Polisi juga menemukan fakta bahwa ABH menghabiskan banyak waktu di rumah karena berdalih laptopnya sedang rusak, membuat orang tua tidak mengawasi aktivitas online yang dilakukan.

Baca Juga: Selamat! Sheila Dara, Reza Rahadian, dan Omara Esteghlal Raih Penghargaan di FFI 2025, Ini Daftar Nama Pemenang Lainnya

Budi menambahkan, kondisi psikologis dan fisik ABH saat ini belum stabil. Aparat belum dapat melakukan pemeriksaan penuh karena anak tersebut masih terlihat linglung dan tidak fokus.

“Kadang dia cuma bisa ngomong sebentar, terus melamun. Dokter bilang belum bisa dimintai keterangan lengkap,” terang Budi.

Di sisi lain, proses penanganan korban masih berlangsung. Hingga kini, Polda Metro Jaya mencatat tiga korban ledakan masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Jakarta Utara.

Baca Juga: Momen Jokowi Jadi Tamu Kehormatan di Gala Dinner Bloomberg New Economy Forum Singapura

Insiden yang terjadi pada awal pekan itu memicu kekhawatiran publik terkait keterjangkauan bahan peledak di internet serta lemahnya pengawasan aktivitas digital remaja.

Polisi memastikan investigasi akan dilakukan menyeluruh, termasuk menelusuri penjual bahan-bahan tersebut dan memeriksa riwayat transaksi online pelaku.

Selain itu, pihak kepolisian mengatakan akan menggandeng ahli psikologi anak untuk menilai kondisi emosional ABH serta mencari faktor penyebab ia nekat merakit bom di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Ferry Irwandi Bongkar Poin Sensitif KUHAP Baru, Publik Makin Ramai Pertanyakan ‘Keadaan Mendesak’

Hingga kini, aparat menekankan bahwa keselamatan para siswa dan pemulihan keamanan sekolah menjadi fokus utama. Pihak sekolah diminta memperketat pengawasan terhadap kegiatan siswa, terutama yang berkaitan dengan praktik sains atau eksperimen berbahan kimia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC