Banten

Terungkap! Pelaku Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading Ternyata Siswa Sendiri: Ini Fakta Mengejutkan Soal 'Senjata Mainan'

Saeful Anwar | 8 November 2025, 06:26 WIB
Terungkap! Pelaku Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading Ternyata Siswa Sendiri: Ini Fakta Mengejutkan Soal 'Senjata Mainan'

AKURAT BANTEN– Peristiwa ledakan yang mengguncang Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025) siang, menjadi perhatian serius aparat kepolisian. 

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara langsung memberikan pernyataan lengkap mengenai insiden yang menyebabkan puluhan korban luka-luka ini.

Dalam keterangannya, Kapolri membeberkan sejumlah fakta krusial, mulai dari identitas terduga pelaku yang masih berstatus siswa di sekolah tersebut, hingga jenis senjata yang digunakan.

Baca Juga: Misteri Ledakan Jumat di Masjid SMAN 72 Jakarta: Senjata Mainan atau Bom Molotov? Wamenko Polkam Tegaskan Ini!

Lebih dari 50 Korban, Fokus Pelayanan Terbaik

Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan bahwa fokus utama kepolisian saat ini adalah memberikan pelayanan terbaik bagi para korban yang terdampak. Data awal menunjukkan jumlah korban cukup besar.

“Di awal, jumlah korban kurang lebih mencapai 50 atau 60, tapi saat ini Alhamdulillah sudah dibuatkan posko dan korbannya saat ini sudah bisa berangsur-angsur pulang,” ungkap Kapolri.

Kapolri memastikan, sejauh ini belum ada korban meninggal dunia dari peristiwa naas tersebut. Namun, dari total korban yang dirawat, dua orang memerlukan tindakan operasi, dan salah satunya adalah terduga pelaku.

"Ada dua yang dilaksanakan operasi, dan sisanya dilaksanakan proses perawatan dan mudah-mudahan bisa berangsur-angsur kembali pulang. Untuk saat ini salah satu yang dari yang saat ini melakukan operasi (adalah) terduga pelaku," jelasnya.

Baca Juga: TERUNGKAP Cara Cek Nilai dan Sistem Penilaian TKA yang Wajib Diketahui Siswa di Banten

Terduga Pelaku Masih Siswa, Senjata Hanya Mainan!

Fakta yang paling mengejutkan adalah konfirmasi dari Kapolri bahwa terduga pelaku ledakan berasal dari lingkungan sekolah itu sendiri.

“Informasi sementara masih dari lingkungan sekolah tersebut. Iya (pelajar),” tutur Listyo.

Tak hanya itu, senjata yang digunakan dalam insiden ini juga bukan senjata api sungguhan, melainkan senjata mainan.

"Kita temukan jenis senjatanya senjata mainan, ada tulisan-tulisan tertentu, dan itu juga menjadi bagian yang kita dalami untuk mendalami motif bagaimana yang bersangkutan kemudian merakit dan kemudian melaksanakan aksinya,” kata Listyo, menegaskan bahwa kepolisian masih mendalami secara intensif motif di balik aksi pelajar ini.

Baca Juga: Prabowo Ambil Alih Tanggung Jawab Penuh Whoosh: Said Didu Soroti 'Cabut Gigi Taring' Menkeu Purbaya dan Isu Korupsi!

Penyelidikan Mendalam: Densus 88 Turun Tangan, Isu Keluarga Polri Ditelusuri

Mengingat lokasi ledakan yang dilaporkan terjadi di dalam dan sekitar area ibadah (masjid sekolah) saat Salat Jumat, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri juga turut melakukan pendalaman.

Juru Bicara Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana menyatakan bahwa timnya masih mengumpulkan informasi dan berkoordinasi. "Hingga saat ini Densus 88 masih melakukan pendalaman apakah insiden tersebut terdapat unsur terorisme atau tidak," ujarnya.

Kapolri juga mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mendalami tuntas identitas pelaku, termasuk isu yang menyebut orang tua terduga pelaku merupakan anggota kepolisian.

"Sementara tidak ada (informasi itu). Ya sedang kita dalami," ucapnya.

Kapolri berjanji bahwa setiap perkembangan penting, terutama terkait motif pasti insiden ini, akan segera disampaikan kepada publik setelah semua informasi terkumpul menjadi satu kesatuan yang utuh.

Baca Juga: ALHAMDULILLAH Kenaikan Gaji PNS November 2026 Terbaru, Beda dengan Sebelumnya?

Kronologi Singkat Ledakan

Waktu Kejadian: Jumat (7/11/2025) siang, saat pelaksanaan Salat Jumat.

Titik Ledakan: Tiga kali ledakan terdengar, dimulai dari dalam masjid sekolah, disusul dua ledakan lainnya di area luar.

Dampak: Sedikitnya 10 siswa dilarikan ke rumah sakit pada laporan awal, dan total korban mencapai 50-60 orang, sebagian besar sudah diizinkan pulang (**) 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman