Banten

Operasi Besar Polres Jakarta Barat Hancurkan Jaringan Narkoba dan Lenyapkan Puluhan Kilogram Barang Haram

Moehamad Dheny Permana | 3 November 2025, 06:33 WIB
Operasi Besar Polres Jakarta Barat Hancurkan Jaringan Narkoba dan Lenyapkan Puluhan Kilogram Barang Haram

Akurat Banten - Aksi tegas kepolisian kembali menjadi sorotan publik ketika Polres Metro Jakarta Barat memusnahkan puluhan kilogram narkoba dalam sebuah operasi yang disebut sebagai salah satu pemusnahan terbesar tahun ini.

Langkah ini menjadi penegasan bahwa wilayah barat ibu kota sedang dipagari ketat dari aktivitas peredaran zat mematikan tersebut.

Dalam kegiatan yang digelar di area Polres, petugas menghadirkan sejumlah pihak terkait untuk memastikan seluruh proses berlangsung transparan.

Barang haram itu terdiri dari sabu seberat 18,5 kilogram, 91 liter cairan bahan baku pembuat sabu, serta lebih dari satu kilogram bibit narkotika sintetis.

Seluruh barang disita dalam serangkaian operasi yang berawal dari lima laporan berbeda.

Delapan tersangka berhasil diringkus, termasuk seorang pria berkewarganegaraan Iran yang diduga berperan sebagai koordinator distribusi.

Wakasat Reserse Narkoba AKP Avrilendy Akmam Ajie Sulistiyo menjelaskan bahwa barang-barang yang dimusnahkan ini merupakan hasil kerja keras tim selama beberapa pekan terakhir.

"Ini barang bukti dari hasil pengungkapan lima laporan polisi, delapan orang pelaku ditangkap, termasuk satu warga negara asing asal Iran," ujar Akmam.

Ia menambahkan bahwa pemusnahan dilakukan setelah tim dari Laboratorium Forensik Mabes Polri memastikan keaslian barang bukti.

Perwakilan Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri juga hadir untuk menyaksikan proses tersebut.

Langkah ini dilakukan agar tidak ada celah bagi pihak lain untuk memperdebatkan legalitas pemusnahan itu.

Setiap paket sabu diperiksa dan dicatat satu per satu sebelum akhirnya diarahkan menuju ruang pemusnahan.

"Pemusnahannya pakai mesin insinerator bersuhu tinggi untuk memastikan seluruh barang bukti benar-benar dimusnahkan hingga tidak dapat disalahgunakan kembali," kata Akmam.

Mesin insinerator tersebut berada dalam ruang khusus dengan sistem pengamanan berlapis.

Ketika pemusnahan dimulai, petugas menggunakan alat pelindung karena suhu tinggi yang dihasilkan dapat mencapai titik ekstrem.

Baca Juga: Misteri di Balik Pergantian Label Produk Program Gizi Gratis di Ancol Kian Disorot Polisi

Asap yang keluar dari insinerator diproses melalui filter agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar.

Bagi pihak kepolisian, proses ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi simbol bahwa setiap barang bukti tidak akan pernah kembali ke peredaran gelap.

Akmam menyebutkan bahwa agenda tersebut merupakan bagian dari pelimpahan tahap kedua ke kejaksaan.

"Pemusnahan ini bagian dari kelengkapan tahap dua proses pelimpahan kejaksaan dan untuk memastikan barang bukti benar-benar tidak disalahgunakan kembali," ujarnya.

Ia menekankan bahwa memerangi narkoba bukan pekerjaan satu institusi saja.

"Jadi, polisi tidak bisa bergerak sendiri tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat untuk menolak, melapor dan menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba," katanya.

Polres Metro Jakarta Barat ingin masyarakat menyadari bahwa setiap informasi sekecil apa pun tentang narkoba sangat berarti.

Polisi juga mengimbau warga untuk tidak takut melapor karena identitas pelapor akan dijaga.

Langkah ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak jaringan narkoba yang terus mencoba menyusup ke kawasan pemukiman.

Kasus ini menjadi bukti bahwa peredaran gelap narkoba kini semakin canggih dan terorganisir.

Namun, kepolisian menegaskan mereka tidak akan memberi kesempatan bagi para pelaku untuk mengembangkan bisnis haram itu.

Setiap operasi yang dilakukan merupakan gabungan dari investigasi lapangan, pemetaan jaringan, serta kerja sama antarinstansi.

Baca Juga: Beras Nasional Dijaga Tetap Segar dengan Sistem Rotasi Cepat, Pemerintah Tegaskan Stok Aman dan Berkualitas

Pemusnahan besar-besaran ini sekaligus menjadi pesan keras bagi para bandar bahwa Jakarta bukan lahan empuk untuk bisnis narkoba.

Dengan kolaborasi antara aparat dan masyarakat, Polres Metro Jakarta Barat optimistis dapat menutup ruang gerak sindikat ini secara permanen.

Melalui operasi seperti ini, pemerintah ingin memastikan bahwa generasi muda terlindungi dari ancaman narkoba.

Perang terhadap narkoba tidak boleh berhenti dan setiap keberhasilan seperti hari ini menjadi bukti nyata komitmen tersebut.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.