Beras Nasional Dijaga Tetap Segar dengan Sistem Rotasi Cepat, Pemerintah Tegaskan Stok Aman dan Berkualitas

Akurat Banten - Pemerintah kembali menegaskan komitmen menjaga kualitas beras nasional melalui kebijakan rotasi stok maksimal enam bulan untuk memastikan beras yang diterima masyarakat tetap segar dan layak konsumsi.
Kebijakan ini disampaikan oleh Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, Sarwo Edhy, yang menyebut bahwa rotasi stok secara berkala adalah langkah paling efektif untuk memastikan kualitas tetap terjaga.
“Perputaran stok beras maksimal enam bulan adalah langkah ideal agar masyarakat menerima beras dalam kondisi terbaik,” kata Sarwo.
Ia menjelaskan bahwa rotasi stok bukan hanya sekadar proses administrasi, tetapi merupakan strategi yang dirancang untuk memastikan cadangan beras pemerintah tidak mengalami penurunan mutu.
Badan Pangan Nasional menyambut baik perhatian DPR RI yang meminta agar stok beras di gudang Bulog tidak disimpan terlalu lama.
Menurut Sarwo, arahan dari Komisi IV DPR RI menjadi pendorong agar sistem logistik dan distribusi pangan semakin efisien dan transparan.
Sarwo juga menyebut bahwa perhatian dari Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menjadi energi positif bagi seluruh pemangku kepentingan pangan.
“Arahan Ibu Titiek agar stok beras tidak terlalu lama disimpan merupakan masukan yang konstruktif dan selaras dengan upaya Bapanas menjaga kualitas beras secara nasional,” ujarnya.
Rotasi stok enam bulan ini diterapkan agar beras yang tersebar ke masyarakat melalui program pemerintah selalu dalam kondisi layak dan aman dikonsumsi.
Selain menjaga kualitas, kebijakan ini juga bertujuan mencegah penumpukan di gudang agar Bulog bisa menyerap hasil panen petani pada musim berikutnya.
Bapanas memastikan koordinasi intensif dengan Perum Bulog untuk mempercepat penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan serta bantuan sosial.
Upaya Bulog memperluas jaringan distribusi ke kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah dinilai sebagai langkah nyata menjaga stabilitas harga di pasar.
“Kami mengapresiasi upaya Bulog yang terus meningkatkan penyaluran SPHP, termasuk mendukung program prioritas nasional seperti makan bergizi gratis,” tutur Sarwo.
Ia menambahkan bahwa sinergi pemerintah dan Bulog bukan hanya menjaga harga pangan tetap stabil, tetapi juga memperkuat sirkulasi stok di gudang.
Dengan perputaran stok yang lebih cepat, gudang Bulog dapat menyiapkan ruang untuk menyerap gabah lokal dari petani.
Data Bapanas menunjukkan bahwa hingga akhir Oktober 2025, stok beras nasional yang dikelola Bulog mencapai 3,9 juta ton.
Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah pengelolaan stok beras nasional.
Sarwo menyebut pencapaian itu membuktikan ketahanan pangan Indonesia berada dalam kondisi aman.
Namun, ia menekankan bahwa stok yang besar harus diimbangi pengelolaan yang baik agar kualitas tidak menurun.
“Kami pastikan setiap kebijakan penyaluran CBP selalu berorientasi pada kualitas dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga: Dua RT di Kampung Pojok Terendam Banjir, 115 KK Terdampak
Prinsip yang dipegang pemerintah adalah stok beras harus kuat, aman, cukup, dan tidak terlalu lama mengendap di gudang
Dalam kunjungan kerja ke Gudang Bulog Batubulan Bali, Titiek Soeharto mengingatkan pentingnya menyalurkan beras yang sudah lama disimpan.
“Beras yang sudah lama disimpan sebaiknya segera disalurkan, sementara yang mutunya menurun bisa dicampur dengan beras berkualitas lebih baik agar tetap layak untuk program bantuan,” tutur Titiek.
Ia juga mengapresiasi kinerja Bulog yang mampu menjaga stok tetap pada level aman nasional.
Komisi IV DPR RI berharap kualitas yang baik tetap menjadi prioritas dalam setiap program distribusi beras pemerintah.
Dengan sistem rotasi stok enam bulan, pemerintah optimis masyarakat akan menerima beras berkualitas sekaligus mendukung stabilitas pangan nasional
Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat pergerakan stok .dan memberikan dampak positif bagi petani, konsumen, dan ketahanan pangan secara keseluruhan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 2Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 3Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 4Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 5Terungkap! Alasan Jokowi Gabung PSI Mulai Dibaca Pengamat, Ada Tujuan Besarnya Sinyal Politik untuk Kaesang dan Gibran Menuju 2029
- 6Data Desil Bermasalah, Warga Garut Meninggal di RSUD Dr. Slamet Tanpa Penanganan
- 7Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 8Kenal via MiChat, Pria Asal Magetan Nekat Habisi Nyawa Wanita di Ruko Steam Tangerang
- 9Wayne Rooney Minta Man City Dihukum Berat: “Turunkan Mereka ke Liga Terendah!”
- 10Bukan Cuma Soal Sponsor! Ini 4 Kesalahan Finansial Man City yang Kini Bisa Mengubah Nasib The Citizens









