Banten

Warga Sekitar TPA Cipeucang Tangsel Krisis Air Bersih, Air Tanah Diduga Tercemar Sampah

Andi Syafrani | 29 Oktober 2025, 16:14 WIB
Warga Sekitar TPA Cipeucang Tangsel Krisis Air Bersih, Air Tanah Diduga Tercemar Sampah

INSIBERNEWS - Warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, tepatnya di RT/RW 06/04, Kelurahan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, tengah menghadapi krisis air bersih.

Selama lebih dari setahun terakhir, air tanah di kawasan itu diduga tercemar limbah dari tumpukan sampah TPA hingga tidak layak untuk dikonsumsi maupun digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Baca Juga: Peringati Hari Stroke Sedunia, Siloam Hospitals Lippo Village Ajak Masyarakat Waspadai Stroke

Salah satu warga, Agus, mengungkapkan bahwa warga kini sepenuhnya bergantung pada air galon isi ulang untuk memenuhi kebutuhan harian seperti memasak, minum, dan mencuci. Kondisi ini membuat pengeluaran rumah tangga mereka meningkat cukup signifikan.

“Semua aktivitas sekarang pakai air galon beli. Jadi pengeluaran nambah, karena sehari bisa habis empat galon buat masak, minum, dan kebutuhan lainnya,” ujar Agus saat ditemui pada Rabu (29/10/2025).

Baca Juga: Usai Gagal Gugat Cerai 3 Kali, Andre Taulany dan Erin Akhirnya Resmi Pisah Tanpa Konflik

Menurutnya, warga di sekitar TPA sudah lama tidak bisa lagi menggunakan air tanah karena warna dan baunya yang tidak wajar. Air yang seharusnya jernih kini berubah menjadi keruh dan berbau tak sedap, bahkan ada yang menimbulkan rasa gatal di kulit ketika digunakan untuk mandi.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa meminta air bersih dari daerah lain yang jaraknya cukup jauh dari sumber pencemaran.

“Biasanya kami minta air dari warga lain yang rumahnya agak jauh dari TPA. Tapi ya itu, harus antre dan nggak bisa tiap hari,” tambah Agus.

Baca Juga: Prabowo Subianto Pimpin Pemusnahan Ratusan Ton Narkoba, Prioritaskan Pemberantasan Kebocoran Kekayaan Negara

Masalah pencemaran air ini sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan warga kepada pemerintah daerah setempat. Mereka berharap ada solusi nyata, seperti penyediaan jaringan air bersih dari PDAM atau sistem filtrasi yang bisa dimanfaatkan secara kolektif oleh warga sekitar.

Sementara itu, warga lainnya, Uum (60), mengatakan bahwa kondisi air di wilayahnya sudah tidak layak pakai sejak lebih dari satu tahun lalu.

Menurutnya, sejumlah warga memang sempat menerima bantuan air bersih dari pemerintah, namun pengirimannya tidak rutin dan belum mampu menjawab kebutuhan semua warga.

Baca Juga: Pemkot Tangerang Genjot Tertib Arsip, DPAD Gelar Pendampingan Intensif di Sejumlah OPD

“Air tanah sudah nggak bisa dipakai, warnanya cokelat dan bau. Dulu sempat dapat bantuan air bersih, tapi cuma kadang-kadang. Sekarang ya beli sendiri,” tutur Uum.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga karena dampak pencemaran tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jika terus dibiarkan.

Beberapa warga bahkan mulai mengeluhkan iritasi kulit dan gatal-gatal setelah menggunakan air tanah untuk mandi.

Baca Juga: Warga Duri Kosambi Buru Pencuri Motor hingga Gang Buntu, Ternyata Senjatanya Hanya Pistol Mainan

Warga berharap pemerintah kota segera turun tangan untuk menelusuri sumber pencemaran dan memperbaiki sistem pengelolaan sampah di TPA Cipeucang. Mereka meminta agar akses air bersih disediakan secara permanen, bukan hanya dalam bentuk bantuan sementara.

Menurut warga, air bersih bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi hak yang seharusnya dijamin oleh pemerintah bagi seluruh masyarakat. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC