Warga Tambora Jadi Korban Peluru Nyasar Saat Aksi Warga Ringkus Begal Bersenjata Api

Akurat Banten - Suasana malam di kawasan Jalan Sawah Lio, Tambora, Jakarta Barat, mendadak mencekam ketika suara letusan senjata api memecah keheningan.
Seorang pria berinisial J yang sedang berjalan mencari makan bersama temannya, L, tiba-tiba terkapar terkena peluru di dada kirinya.
Peristiwa itu terjadi ketika keduanya melintas di dekat lokasi warga tengah menangkap pelaku pencurian sepeda motor.
Menurut keterangan Kepala Subbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, kejadian bermula saat J dan L penasaran melihat kerumunan warga di Jalan Sawah Lio V, Kelurahan Jembatan Lima.
“Saat sedang berjalan, korban dan saksi lainnya melihat dari kejauhan sekitar sepuluh meter, warga sudah ramai mengamankan seseorang yang diduga pelaku pencurian,” ujar Reonald.
Belum sempat mendekat, tiba-tiba terdengar tiga kali letusan senjata api dari arah pelaku yang berusaha melarikan diri.
“Salah satu peluru ternyata mengarah ke korban dan mengenai bagian dada kirinya,” jelas Reonald.
Kepanikan pun terjadi.
Baca Juga: Warga Geram, Dua Begal Bersenjata Api di Tambora Tumbang Dihajar Massa Setelah Lepaskan Tembakan
Warga yang berada di lokasi segera mengevakuasi korban ke Puskesmas Krendang.
Namun karena luka tembak cukup parah, pihak puskesmas merujuk J ke RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Korban langsung ditangani secara medis begitu tiba di rumah sakit,” tambah Reonald.
Sementara itu, dua pelaku begal yang membawa senjata api justru menjadi bulan-bulanan warga setelah berhasil dilumpuhkan.
Keduanya kemudian dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius akibat amukan massa.
Kapolsek Tambora Kompol Kukuh Islami membenarkan insiden tersebut.
“Benar, kedua pelaku diduga begal dan saat ini masih dirawat karena kondisinya kritis,” ujar Kukuh.
Ia menuturkan, dari informasi di lokasi, pelaku sempat melepaskan tembakan ke udara untuk menakuti warga.
Namun salah satu peluru justru memantul dan mengenai J yang saat itu sedang berada tak jauh dari tempat kejadian.
“Korban terkena peluru pantulan, bukan karena dibidik langsung,” jelas Kukuh.
Beruntung, meski mengalami luka tembak, kondisi korban masih sadar saat dibawa ke rumah sakit.
“Kami masih menunggu kondisi korban membaik agar bisa dimintai keterangan,” imbuhnya.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih dalam terkait asal senjata api yang digunakan oleh para pelaku serta kemungkinan adanya jaringan kejahatan lain di balik insiden ini.
Petugas juga tengah menelusuri apakah senjata tersebut berasal dari rakitan atau milik resmi yang disalahgunakan.
Baca Juga: Menteri LHK Tinjau TPA Jatiwaringin, Targetkan Groundbreaking Waste to Energy Januari 2026
Peristiwa ini menambah daftar panjang aksi kejahatan jalanan yang mengancam keselamatan warga di ibu kota.
Warga sekitar berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan patroli di kawasan padat penduduk seperti Tambora agar kejadian serupa tak terulang.
“Harapan kami, kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi, apalagi sampai ada korban,” ucap salah satu warga.
Sementara itu, kondisi korban J dilaporkan mulai membaik setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Tarakan.
Namun pihak rumah sakit belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan terbarunya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan









