Banten

Polisi Gagalkan Penyelundupan 24,6 Kg Sabu di Apartemen Pluit, Modusnya Bikin Geleng Kepala

Moehamad Dheny Permana | 29 September 2025, 14:36 WIB
Polisi Gagalkan Penyelundupan 24,6 Kg Sabu di Apartemen Pluit, Modusnya Bikin Geleng Kepala

Akurat Banten - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali mencetak prestasi besar dalam membongkar peredaran narkoba jaringan internasional.

Dalam sebuah operasi rahasia, polisi berhasil menemukan gudang penyimpanan sabu seberat 24,6 kilogram yang disembunyikan di basement apartemen kawasan Pluit, Jakarta Utara.

Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Parikhesit, mengungkapkan bahwa pelaku utama dalam kasus ini adalah pria berinisial US, warga Ciputat, Tangerang Selatan, berusia 39 tahun.

“US kami amankan pada Kamis, 25 September sekitar pukul 19.15 WIB bersama barang bukti sabu dengan berat total 24,6 kilogram,” kata Parikhesit.

Yang mengejutkan, sabu tersebut dikemas dalam plastik dengan desain menyerupai kemasan buah durian untuk mengelabui masyarakat maupun aparat penegak hukum.

Baca Juga: Bukan Sekedar Jurnalis CNN, Inilah Sosok Diana Valencia Gunawan yang Ditakuti Prabowo Sampai Kartu Persnya Dicabut

Menurut penyidik, penyamaran dengan kemasan durian dipilih karena terkesan wajar dan tidak mencurigakan saat berada di area publik.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat tentang adanya transaksi narkoba dalam jumlah besar.

Tim kepolisian kemudian melakukan penyelidikan intensif selama sebulan penuh sebelum akhirnya melakukan penggerebekan di lokasi.

“Di basement apartemen tersebut, kami menemukan 24 paket sabu yang dibungkus dengan plastik bergambar durian. Semuanya disimpan rapi di dalam mobil yang terparkir,” jelas Parikhesit.

Hasil pemeriksaan mengungkap fakta bahwa US hanyalah kurir.

Baca Juga: Dua Remaja Tewas Akibat Tawuran di Bekasi, Polisi Tangkap Pelaku dengan Celurit

Ia mengaku mendapat pasokan langsung dari seorang pria berinisial J yang berdomisili di Malaysia.

Sebagai imbalan, US dijanjikan upah Rp250 juta bila seluruh paket sabu berhasil didistribusikan.

Kini, US sudah ditahan di Polda Metro Jaya untuk penyidikan lebih lanjut.

“Penyidik tengah menelusuri jaringan yang lebih besar serta memburu pemasok utama yang ada di Malaysia,” tambah Parikhesit.

Kasus ini menegaskan bahwa sindikat narkoba internasional terus mencari cara baru untuk memasukkan barang haram ke Indonesia, bahkan dengan metode yang tergolong nyeleneh.

Polisi menilai kemasan durian sengaja dipilih karena sulit dicurigai sebagai penyamaran narkoba.

Meski begitu, berkat kewaspadaan aparat dan dukungan informasi dari masyarakat, modus tersebut berhasil digagalkan.

Polda Metro Jaya berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama lintas negara demi melumpuhkan jaringan internasional yang kerap menjadikan Indonesia sebagai target pasar.

“Setiap pengungkapan besar selalu kami gunakan untuk membuka mata rantai sindikat yang lebih luas,” ujar Parikhesit.

Dengan disitanya puluhan kilogram sabu ini, polisi berharap mampu menekan peredaran narkoba yang mengancam generasi muda bangsa.

Baca Juga: Panen Raya Jagung di Banten: Sinergi Polisi, Petani, dan Pemerintah Wujudkan Ketahanan Pangan

Masyarakat pun diingatkan untuk selalu waspada dan tidak ragu melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.

Sinergi antara aparat dan publik diyakini menjadi kunci utama dalam menekan laju peredaran narkotika di tanah air.

Kasus US menjadi salah satu bukti nyata keseriusan aparat dalam menutup ruang gerak jaringan narkoba internasional yang mencoba menyusup ke Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.