Waspada! Makanan Kotor dan Air Tercemar Bisa Rusak Kesehatan Lambung

Akurat Banten - Makanan yang terlihat lezat belum tentu aman untuk dikonsumsi jika proses pengolahannya tidak higienis.
Kondisi sanitasi yang buruk ditambah dengan air yang terkontaminasi bisa menjadi pintu masuk berbagai penyakit berbahaya yang menyerang lambung dan sistem pencernaan.
“Ketika makanan tidak ditangani dengan benar dan air tercemar mikroba, kita sedang menciptakan sarang bagi bakteri, virus, maupun parasit yang bisa membahayakan kesehatan,” ujar Konsultan Bedah Umum dan Gastroenterologi Rumah Sakit Apollo Spectra Kanpur, India, dr. Saad Anwar.
Menurutnya, masalah yang muncul akibat kontaminasi makanan ini tidak hanya sebatas sakit perut biasa, melainkan dapat berujung pada kondisi serius bahkan mengancam nyawa bila diabaikan.
Diare parah menjadi salah satu contoh nyata dari dampak mengonsumsi makanan dan minuman yang tercemar bakteri seperti E.coli, Salmonella, dan Shigella.
Gejala yang timbul bisa berupa muntah, kram perut, demam, hingga dehidrasi berat, sementara dalam kasus tertentu infeksi tersebut dapat merambat ke aliran darah dan menimbulkan komplikasi serius.
Selain bakteri, ancaman lain datang dari virus seperti norovirus dan rotavirus yang dikenal sebagai penyebab gastroenteritis atau flu perut.
Baca Juga: Tarif Baru 19 Persen, Produk Indonesia ke AS Masih Berlaku 10 Persen
Infeksi ini ditularkan melalui makanan dan air yang kotor dan sering memicu diare encer, mual, serta dehidrasi yang sangat berbahaya terutama bagi anak-anak.
Tak kalah mengkhawatirkan, parasit seperti Giardia dan Entamoeba histolytica juga dapat berkembang dalam makanan maupun air yang tidak bersih.
Infeksi parasit ini kerap menyebabkan diare berkepanjangan, perut kembung, rasa lelah, bahkan risiko malnutrisi bila dibiarkan tanpa penanganan medis.
Selain itu, kasus keracunan makanan pun sering terjadi akibat racun yang dilepaskan mikroba dari makanan yang tidak disimpan dengan benar atau sudah rusak.
Kondisi ini biasanya menimbulkan gejala berupa kembung, mual, diare, serta rasa lemah yang membuat tubuh semakin kekurangan nutrisi.
Paparan berulang terhadap makanan dan air yang tercemar tidak hanya menimbulkan infeksi akut, tetapi juga bisa berdampak jangka panjang.
Lapisan usus dapat melemah, proses penyerapan nutrisi terganggu, dan risiko terkena sindrom iritasi usus besar maupun gangguan pencernaan kronis semakin meningkat.
Karena itu, menjaga kebersihan makanan dan air merupakan langkah pencegahan paling sederhana sekaligus paling penting untuk melindungi lambung.
Baca Juga: Tragedi Pandeglang: Dugaan Judi Online di Balik Aksi Sadis Suami Habisi Keluarga
Mulai dari memastikan bahan makanan segar, mencuci tangan sebelum makan, merebus air hingga matang, hingga menyimpan makanan dengan benar dapat membantu meminimalkan risiko terpapar penyakit berbahaya.
Kesehatan pencernaan bukan sekadar soal kenyamanan sehari-hari, melainkan juga fondasi bagi tubuh yang kuat.
Seperti diingatkan dr. Saad, “Kebiasaan kecil dalam menjaga kebersihan bisa membuat perbedaan besar antara perut sehat dan masalah medis yang serius.”***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









