Mengapa Ahmad Sahroni Dicopot dari Komisi III DPR? Mimpinya Jadi Presiden Ternyata Pemicu Utama

AKURAT BANTEN-Ahmad Sahroni, politikus Partai NasDem yang dijuluki "Crazy Rich Tanjung Priok," kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini, bukan karena kekayaannya, melainkan karena keputusan mengejutkan dari partainya: ia dinonaktifkan dari posisi Wakil Ketua Komisi III DPR.
Padahal, belum lama ini ia kembali terpilih dan sempat blak-blakan mengungkap mimpinya yang tak biasa: langsung jadi Presiden, tanpa perlu menjabat Gubernur.
Lantas, apa hubungannya antara mimpinya jadi Presiden dengan pencopotan jabatannya di Komisi III?
Mimpi Besar yang Disampaikan di Kanal YouTube
Pada Juli 2024, Ahmad Sahroni membuat pengakuan yang cukup menghebohkan.
Dalam sebuah video di kanal YouTube Pandji Pragiwaksono yang berjudul Skakmat Ahmad Sahroni, ia ditanya perihal rumor dirinya akan maju sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Namun, jawaban Sahroni di luar dugaan. Ia menepis rumor tersebut dan justru mengungkapkan ambisi politiknya yang jauh lebih besar.
"Kebetulan mimpi gue jadi Presiden masalahnya. (Jadi Gubernur) belum tentu (bisa jadi Presiden), Jadi kita yang pasti-pasti aja."
Sahroni berargumen bahwa jalan menuju kursi Presiden tidak harus selalu melalui jabatan Gubernur.
Ia percaya bahwa rezeki dan takdir politik seseorang bisa membawanya langsung ke puncak tanpa harus melalui jalur yang konvensional.
"Kalau rezeki jadi Presiden entah kapan dan nggak perlu jadi Gubernur pun bisa. Tergantung aja garis tangan kita," jelasnya.
Saat itu, Sahroni tampak sangat menikmati kariernya sebagai anggota DPR di Komisi III.
Bahkan, ia sempat menolak tawaran untuk menjadi menteri, dan menyatakan bahwa menjadi DPR sudah membuatnya nyaman.
Baca Juga: Tunjangan DPRD Masih Jadi Polemik, Mahasiswa Kembali Demo Parlemen Daerah: Bakar Ban dan Vandalisme
Ucapannya yang Kontroversial dan Berujung Pencopotan
Karier politik Ahmad Sahroni memang terlihat mulus, setidaknya hingga beberapa waktu lalu. Namun, semuanya berubah setelah sebuah kejadian yang viral di media sosial.
Pada Jumat, 22 Agustus 2025, saat kunjungan kerja di Medan, Sahroni melontarkan pernyataan yang sangat kontroversial.
Pernyataan ini muncul di tengah gelombang demonstrasi yang mendesak pembubaran DPR.
"Catat nih, orang yang cuma mental bilang ‘bubarin DPR’, itu adalah orang tolol se-dunia."
Ucapannya ini sontak memicu kemarahan publik. Banyak pihak menganggap pernyataan tersebut merendahkan rakyat yang menyuarakan aspirasi mereka.
Gelombang protes semakin meluas, dan puncaknya adalah keputusan dari Partai NasDem untuk menonaktifkan Sahroni dari posisi Wakil Ketua Komisi III DPR.
Meskipun dicopot dari jabatannya di Komisi III, Sahroni masih menjabat sebagai Bendahara Umum DPP Partai NasDem.
Namun, insiden ini menjadi pelajaran berharga bahwa dalam politik, setiap ucapan bisa memiliki konsekuensi yang besar.
Terutama bagi seorang politisi yang memiliki ambisi besar untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 5Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan



