Banten

Desa Bumi Hadirkan Energi Surya untuk Generasi Muda di Momen HUT RI ke-80

Moehamad Dheny Permana | 18 Agustus 2025, 19:51 WIB
Desa Bumi Hadirkan Energi Surya untuk Generasi Muda di Momen HUT RI ke-80

Akurat Banten - Dalam peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Desa Bumi menorehkan langkah nyata dalam mendukung pendidikan dan energi bersih bagi generasi muda.

Program strategis CSR dan filantropi Daya Bumi Group melalui Yayasan Mochammad Thohir menghadirkan donasi bertajuk “Energi untuk Generasi Muda”, berupa inverter Schneider yang didistribusikan ke 20 kampus anggota jaringan Society of Renewable Energy (SRE).

“Bagi kami, makna kemerdekaan adalah ketika setiap anak bangsa, tanpa memandang daerah asal mereka, memiliki akses yang sama terhadap energi dan informasi,” ungkap Gamma Thohir, Co-Founder Daya Bumi Group sekaligus Pendiri Desa Bumi.

Selain donasi perangkat energi surya, Desa Bumi juga meluncurkan layanan internet berbiaya terjangkau bernama “Daya Bumi Telekomunikasi”, yang dikelola secara kolaboratif bersama komunitas lokal di pedesaan.

Baca Juga: Bali Siap Sambut 13.500 Pelari Internasional dalam Maybank Marathon 2025

Program ini dirancang untuk memperkecil kesenjangan digital antara kota dan desa, sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi lokal.

“Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi bersama anak muda, desa-desa di Indonesia dapat menjadi pusat pertumbuhan baru yang berkelanjutan dan berkeadilan,” ujar Zagy Berian, Co-Founder Daya Bumi Group sekaligus Founder SRE Indonesia.

Donasi “Energi untuk Generasi Muda” menargetkan laboratorium energi terbarukan dan student chapter SRE di kampus, sehingga mahasiswa dapat mengakses praktik riset, demonstrasi pembelajaran, serta proyek kewirausahaan energi bersih.

Perangkat Schneider Electric ini diharapkan tidak hanya memperkuat pembelajaran di kampus, tetapi juga menjadi model implementasi energi terbarukan di masyarakat sekitar.

Sementara itu, “Daya Bumi Telekomunikasi” mengusung arsitektur Satellite to The Home (STTH) dan konsep Community as a Service, yang memungkinkan pemantauan real-time bagi penerima manfaat.

Model ini memastikan layanan internet mudah diakses, dikelola secara lokal, dan menumbuhkan kapasitas komunitas dalam pemanfaatan teknologi digital.

“Membangun desa berarti membangun masa depan Indonesia. Energi dan konektivitas menjadi fondasi ekonomi modern,” tambah Zagy.

Para mahasiswa yang menerima donasi juga menyambut positif inisiatif ini.

Menurut salah satu anggota SRE, perangkat ini memungkinkan mereka melakukan eksperimen energi terbarukan lebih intensif, sekaligus mendorong inovasi yang bisa diterapkan langsung di masyarakat.

Baca Juga: Kuasa Hukum Wakasek SMPN 23 Kota Tangerang, Bantah Dugaan Pelecehan, Sebut Laporan Fitnah dan Janggal

Langkah Desa Bumi ini menjadi contoh nyata bagaimana sektor swasta dan komunitas lokal dapat bersinergi untuk menciptakan dampak sosial yang luas, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap energi bersih dan pemberdayaan desa.

Dengan fokus pada energi surya, konektivitas digital, dan pemberdayaan komunitas, Desa Bumi menegaskan komitmen mereka dalam mencetak peluang baru di era modern, sekaligus memperkuat semangat kemerdekaan melalui akses pendidikan dan teknologi yang merata.

Donasi ini diharapkan menjadi pemicu kolaborasi serupa di berbagai daerah, menguatkan posisi desa sebagai pusat inovasi energi bersih dan pemberdayaan generasi muda.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.