Banten

Tenggelam di Dasar Laut Selat Bali, Tim SAR Sisir Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya

Andi Syafrani | 6 Juli 2025, 17:02 WIB
Tenggelam di Dasar Laut Selat Bali, Tim SAR Sisir Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya

AKURAT BANTEN — Pencarian korban hilang dari insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya masih terus dilakukan. Hingga Minggu pagi, 6 Juli 2025, tercatat 29 orang masih belum ditemukan, sementara tim SAR gabungan kini mulai fokus pada bangkai kapal yang telah terdeteksi di dasar laut Selat Bali.

Baca Juga: GBK Siap Bergemuruh! 1.725 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Duel Oxford vs All Star

Bangkai kapal tersebut ditemukan di kedalaman antara 40 hingga 60 meter, dan menariknya, posisi kapal telah bergeser sekitar 800 meter ke arah selatan dari titik lokasi awal. Temuan ini menjadi titik terang baru dalam upaya pencarian, meskipun masih menyisakan banyak tantangan teknis di lapangan.

Baca Juga: Besok Dibuka! Jalur Prestasi SPMB SMP Kota Tangerang 2025 Cuma 24 Jam, Siap-Siap Syaratnya Ini

"Kemungkinan ada korban yang terjebak di dalam kapal itu sangat mungkin. Kita patut menduga ke arah sana," ujar Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno, saat memberikan keterangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Baca Juga: Pernikahan Gunawan Dwi Cahyo dan Alya Nabila 5 Juli 2025 Bikin Heboh, Undangan Mantan Suami Okie Agustina Bikin Salfok!

Namun, ia menekankan bahwa segala dugaan harus dibuktikan lewat pemeriksaan langsung terhadap bangkai kapal. Untuk itu, tim akan melakukan observasi menggunakan teknologi bawah laut seperti Remotely Operated Vehicle (ROV), disusul dengan penyelaman manual oleh personel terlatih.

"Para penyelam akan mengecek satu per satu ruangan, termasuk palka, lorong, dan ruang mesin. Tidak boleh ada yang terlewat," jelasnya. Menurutnya, operasi ini memerlukan kehati-hatian tinggi mengingat kompleksitas struktur kapal di kedalaman laut.

Baca Juga: Geger! Angka 7 Mendadak Muncul di Kehidupan Hasto dan Tom Lembong Usai Ditangkap KPK, Ada Apa?

Untuk memperkuat pencarian, sebanyak 22 penyelam dikerahkan oleh tim SAR. Tambahan personel dari TNI Angkatan Laut juga diterjunkan, sebanyak 15 orang.

Tak hanya itu, Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya turut mengerahkan gugus keamanan laut demi menjaga keselamatan penyelam selama proses observasi.

Baca Juga: Alat Canggih Ini Buat Pemkot Tangerang Punya Jurus Baru Atasi Sampah, Cara Kerjanya Juga Lebih Mudah dan Cepat

Meski semangat tinggi terpancar dari para petugas, kondisi cuaca di lokasi pencarian masih menjadi hambatan besar. Angin bertiup dengan kecepatan 4 hingga 20 knot, gelombang laut mencapai 2 meter, dan jarak pandang berkisar 3 hingga 8 kilometer.

Namun yang paling menyulitkan adalah arus bawah laut yang terpantau cukup kuat, mencapai 1,5 hingga 2 meter per detik ke arah selatan.

“Fokus utama kami saat ini adalah memahami karakteristik arus laut di lokasi penyelaman. Ini penting agar penyelam bisa bekerja dengan aman dan efektif,” tegas Ribut Eko Suyatno.

Baca Juga: Gempa Hari Ini Mengguncang Banten Subuh-subuh! Titiknya di Wilayah Bayah, Potensi Tsunami?

Tragedi tenggelamnya kapal penyeberangan ini menjadi duka mendalam, terutama bagi keluarga para korban yang masih menanti kabar kepastian nasib orang terkasih mereka.

Namun di tengah beratnya medan dan tantangan alam, tim SAR tetap melanjutkan upaya tanpa henti, berpacu dengan waktu demi menemukan para korban dan memberikan jawaban yang selama ini dinanti.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC