Misteri Kematian Pria di Indekos Cengkareng: Ditemukan Membusuk, Diduga Komplikasi Penyakit

Akurat Banten - Warga Jalan Kapuk Kalipasir, Cengkareng, Jakarta Barat digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria berinisial BO (43) yang ditemukan tewas membusuk di dalam kamar indekosnya.
Kejadian ini terungkap pada Kamis, 26 Juni 2025 ketika pemilik kos mencium bau tidak sedap dan memeriksa kamar korban.
Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, Parman Gultom, jenazah BO ditemukan dalam kondisi sudah menghitam dan mengeluarkan aroma busuk, diduga karena telah meninggal dunia selama empat hari sebelum ditemukan.
“Badannya sudah hitam itu. Kayaknya sudah empat hari (membusuk di dalam kamar),” ujar Gultom.
Baca Juga: Bulan Suro dalam Perspektif Jawa Kuno: Antara Filosofi dan Spiritualitas Leluhur
Penyebab kematian sementara diduga akibat komplikasi penyakit yang diderita korban.
“Diduga meninggal karena komplikasi penyakit. Korban ditemukan pemilik kos pada Kamis pagi kemarin,” jelas Gultom.
Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa BO adalah seorang pengangguran yang tinggal seorang diri di kamar kos tersebut.
Ia diketahui memiliki keluarga di Jakarta, namun memilih hidup menyendiri.
“Enggak tinggal sama kerabatnya. Tinggal sendiri di kosan itu,” tambah Gultom.
Informasi dari warga sekitar menyebutkan bahwa BO sempat menjalani perawatan di rumah sakit beberapa bulan lalu.
Kondisinya yang lemah dan tinggal sendiri diduga memperparah keadaannya hingga akhirnya meninggal tanpa ada yang mengetahui.
Baca Juga: Larangan dan Mitos di Bulan Suro: Antara Kepercayaan Lama dan Realita Islam
Usai ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematiannya secara medis.
“Sudah dibawa ke RS Polri untuk proses autopsi,” kata Gultom.
Kejadian ini menambah daftar kasus kematian tragis yang terjadi dalam sunyi, tanpa ada yang menyadari hingga bau menyengat menjadi pertanda.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama jika mengetahui ada tetangga yang tinggal sendiri dalam kondisi sakit.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut, sambil menunggu hasil autopsi dari tim forensik RS Polri.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik







