HEBOH! 16 Miliar Password Akun Google, Facebook, Apple Bocor: Ini ‘Senjata’ Terbesar Hacker & Cara Cek Akunmu!

AKURAT BANTEN – Kabar mengejutkan datang dari jagat siber! Sedikitnya sekitar 16 miliar informasi kredensial berupa kata sandi (password) dari berbagai layanan internet populer seperti Facebook, Google, Apple, dan lainnya, dilaporkan bocor di internet!
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan "senjata" paling berbahaya bagi para peretas, mengancam jutaan akun di seluruh dunia.
Laporan terbaru dari blog teknologi Cybernews mengungkapkan skala kebocoran data yang masif ini.
Peneliti keamanan Vilius Petkauskas menyebut bahwa 16 miliar password ini berasal dari 30 database berbeda yang tersebar di internet.
Baca Juga: Apa Djoko Susanto 9 Naga? Ini Fakta Mencengangkan Soal Bisnis Pemilik Nama Cina Kwok Kwie Fo
Setiap database mencakup puluhan hingga ratusan juta password, termasuk 184 juta data password dari Google, Apple, Facebook, dan raksasa teknologi lainnya yang dilaporkan bocor pada akhir Mei lalu.
Bayangkan, jumlah kredensial yang bocor ini bahkan dua kali lipat dari total populasi dunia yang berkisar 8,2 miliar jiwa!
Petkauskas tidak bisa memastikan angka pasti password yang unik, mengingat kemungkinan adanya duplikasi data.
Namun, berapapun angkanya, ia menyebut kebocoran ini sangat berbahaya karena bersifat "baru" dan bukan berasal dari insiden lama yang sudah terekspos.
"Ini bukan sekadar kebocoran data, ini adalah 'senjata' untuk eksploitasi massal. Dengan informasi ini, peretas bisa memiliki akses ke banyak informasi sensitif dan mencurinya untuk melakukan hal-hal yang tak baik," kata Petkauskas.
"Hal yang lebih mengkhawatirkan adalah fakta bahwa ini merupakan kebocoran password terbesar dalam sejarah dengan data-data yang baru, bukan lama," imbuhnya.
Database raksasa ini dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk password yang dicuri oleh malware, aplikasi pencuri kredensial (infostealer), dan database lain yang bocor. Artinya, 16 miliar password ini tidak berasal dari satu atau beberapa perusahaan saja, melainkan dari berbagai insiden terpisah yang kemudian dikumpulkan.
Informasi kredensial yang bocor ini tak hanya berisi password, melainkan juga token, cookies, metadata, dan data sensitif lainnya.
Baca Juga: Diskusi PWI Serang Raya dan Kejaksaan Kupas Program Jaga Desa
Dengan modal ini, peretas atau hacker bisa melakukan percobaan pembobolan akun (credential stuffing) berulang kali hingga berhasil mengakses akun korbannya.
Jika akun berhasil dicuri, ancamannya sangat beragam:
1. Penjualan Akun: Akun-akun yang diretas bisa dijual di pasar gelap internet.
2. Penipuan (Phishing): Hacker bisa menggunakan akun Anda untuk menipu orang lain.
3. Penyebaran Malware/Ransomware: Mengirimkan aplikasi berbahaya ke kerabat atau perusahaan Anda.
4. Serangan Siber: Melakukan serangan siber lebih lanjut ke jaringan pertemanan atau perusahaan.
5. Pencurian Data Sensitif: Mengakses informasi pribadi, keuangan, atau dokumen penting.
"Kebocoran password ini sangat berbahaya bagi pengguna, apalagi jika mereka hanya mengamankan akun mereka dengan kata sandi saja, tidak dengan fitur keamanan lain," jelas Petkauskas.
Segera Lindungi Akunmu! Cek Passwordmu Sekarang & Aktifkan Keamanan Ekstra
Mengingat skala kebocoran yang masif ini, ada kemungkinan besar password media sosial atau akun internet Anda termasuk di dalamnya. Jangan panik, tapi segera bertindak!
1. Cek Passwordmu di HaveIBeenPwned: Akses laman HaveIBeenPwned sekarang. Masukkan email atau password yang biasa kamu pakai untuk melacak apakah kredensialmu pernah terlibat dalam kebocoran data.
2. Ganti Passwordmu dengan Unik & Kuat: Buat password yang panjang, kombinasi huruf besar-kecil, angka, dan simbol. Hindari menggunakan password yang sama untuk beberapa akun.
3. Aktifkan Otentikasi Dua Faktor (2FA): Ini adalah lapisan keamanan terpenting! Dengan 2FA, meskipun hacker tahu passwordmu, mereka tetap butuh kode verifikasi dari ponselmu. Aktifkan di semua platform yang menyediakan (Google, Facebook, Instagram, Twitter, dll.).
4. Gunakan Password Manager: Aplikasi ini membantu kamu membuat dan menyimpan password yang kuat serta unik untuk setiap akun, tanpa perlu menghafalnya.
Pertimbangkan Passkey: Jika platformmu sudah mendukung, gunakan passkey. Ini adalah metode otentikasi baru yang lebih aman menggunakan data biometrik (sidik jari, face ID) yang tersimpan di perangkatmu, tanpa perlu password sama sekali.
Jangan tunda lagi! Lindungi akun digitalmu sebelum terlambat. Data pribadimu adalah aset paling berharga di era digital ini (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 2TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 3Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 4Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 5Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 6Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
- 7Amankan Terduga Pelaku Curanmor, Polsek Kelapa Dua Sita Kunci T Hingga Sajam
- 813 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan
- 9Chelsea Bikin MU Makin Merana, Setan Merah Terancam Terjerumus ke Jurang Degradasi!
- 10MU Kembali Hancur! Martinez Kartu Merah, Chelsea Menang 2-0 dan Bikin Carrick Makin Tertekan








