Banten

WADUH! Dapat Ancaman Bom Lagi, Pesawat Saudia Airlines Muscat-Surabaya Lakukan Pendaratan Darurat di Kualanamu

Andi Syafrani | 21 Juni 2025, 13:16 WIB
WADUH! Dapat Ancaman Bom Lagi, Pesawat Saudia Airlines Muscat-Surabaya Lakukan Pendaratan Darurat di Kualanamu

AKURAT BANTEN - Penerbangan Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SVA5688 yang berangkat dari Muscat, Oman, menuju Surabaya, tiba-tiba harus mendarat darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Sabtu (21/6/2025).

Penyebabnya adalah ancaman bom yang diterima selama perjalanan, yang memaksa pilot mengambil langkah cepat untuk menjamin keselamatan penumpang.

Insiden ini sontak memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk tim keamanan bandara dan kepolisian, yang langsung bergerak menangani situasi darurat ini.

Baca Juga: Perang Iran Israel Cuma Bakar Duit? APBN Israel Jebol Segini Gegara Tambah Iran Jadi Musuh Militer

“Semua penumpang, total 387 orang, sudah dievakuasi dan dalam kondisi selamat,” ujar Hery Marantika, Kepala Kantor SAR Medan, saat dihubungi awak media.

Ia menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan para penumpang dan kru pesawat, sembari tim keamanan bekerja untuk menelusuri ancaman tersebut.

Baca Juga: Satgas Saber Resmi Dibubarkan, Kapolri Tegaskan Pemberantasan Pungli dan Korupsi tetap Jalan

Hery belum bisa memastikan dari mana ancaman bom itu berasal, apakah dari dalam pesawat atau dari pihak eksternal.

“Kami belum bisa rinci soal sumber ancaman. Tim masih bekerja, dan nanti akan ada keterangan resmi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah penanganan krisis dan memastikan semua penumpang dalam kondisi aman. Evakuasi dilakukan dengan sigap oleh tim gabungan, termasuk personel dari Basarnas, Kopasgat TNI AU, petugas pengamanan bandara, Polda Sumut, hingga Danlanud setempat.

Baca Juga: KPK Sita 2 Mobil Mewah dalam Penggeledahan Kantor Investasi Fiktif Taspen, Siapa Dalang di Balik Skandal Triliunan Rupiah Ini?

Tim Gegana dari kepolisian kini tengah menyisir pesawat untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya di dalamnya. Proses ini dilakukan dengan cermat, mencakup pemeriksaan kabin, ruang kargo, hingga barang bawaan penumpang.

“Pemeriksaan sedang berlangsung, dan kami pastikan semua prosedur keamanan dijalankan sesuai standar,” ujar seorang perwakilan dari otoritas bandara yang enggan disebutkan namanya.

Bandara Kualanamu juga telah mengaktifkan Emergency Operation Center (EOC) untuk mengoordinasikan penanganan insiden ini.

Baca Juga: Tawaran Adopsi Bayi di Rumah Sakit Ternyata Tipu Muslihat, Seorang Wanita Ditangkap Polisi

Ini bukan kali pertama Saudia Airlines menghadapi ancaman serupa di wilayah Indonesia. Pada 17 Juni 2025, penerbangan Saudia Airlines dengan nomor SV-5726 rute Jeddah-Jakarta juga terpaksa mendarat darurat di Kualanamu setelah menerima ancaman bom melalui email.

Pesawat yang membawa 442 jemaah haji itu akhirnya dinyatakan aman setelah pemeriksaan menyeluruh oleh tim keamanan, dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta keesokan harinya. Insiden tersebut kini tengah diusut oleh Densus 88, dengan dugaan adanya motif ideologis di balik ancaman tersebut.

Baca Juga: Maia Estianty Pilih Terbang ke Eropa, Absen di Acara Ngunduh Mantu Al Ghazali

Ancaman bom berulang ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri di kalangan otoritas penerbangan dan masyarakat. Kapolda Sumatera Utara, Irjen Whisnu Hermawan Februanto, dalam kasus sebelumnya menyebut bahwa pesan ancaman mengandung unsur ideologi dan nuansa teror, bahkan menyebut nama individu seperti Ajmal Kasab dan kelompok transnasional tertentu.

“Kami sedang berkoordinasi dengan pihak internasional, termasuk FBI, untuk mengusut kasus ini,” ujar Whisnu, seperti dikutip dari sebuah laporan media.

Meski demikian, belum ada keterangan resmi apakah ancaman terbaru ini terkait dengan insiden sebelumnya.

Baca Juga: Cemburu Membutakan Hati, Suami Muda Tega Habisi Istri di Ciputat

Pihak Saudia Airlines melalui pernyataan resminya menyampaikan bahwa keselamatan penumpang dan kru adalah prioritas utama.

“Kami bekerja sama penuh dengan otoritas setempat untuk menangani situasi ini dan memastikan semua prosedur keamanan dijalankan,” ujar Abdullah Al-Shahrani, General Manager Komunikasi Korporat Saudia Airlines, merujuk pada insiden serupa sebelumnya.

Baca Juga: Kerja Sama Ekonomi RI-Rusia: Peluang Emas atau Ancaman Terselubung?

Sementara itu, operasional di Bandara Kualanamu tetap berjalan normal, dengan pesawat yang terkena ancaman diparkir di area isolasi agar tidak mengganggu aktivitas penerbangan lainnya.

Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk mengungkap motif dan pelaku di balik ancaman ini, dengan harapan situasi segera terkendali dan penerbangan kembali berjalan lancar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC