Darah dan Duka, Konflik Israel-Iran Tewaskan 642 Nyawa dalam Sepekan

AKURAT BANTEN - Konflik bersenjata antara Israel dan Iran, yang kini memasuki hari ketujuh, telah meninggalkan luka mendalam dengan korban jiwa yang terus bertambah.
Berdasarkan laporan kelompok pemantau hak asasi manusia, Observatorium Kemanusiaan Timur Tengah (OKTM), serangan Israel ke wilayah Iran sejak 13 Juni 2025 telah merenggut 642 nyawa.
Baca Juga: Rp130 Triliun dari Danantara, Angin Segar untuk Program 3 Juta Rumah Rakyat
Dari jumlah itu, 270 di antaranya adalah warga sipil, termasuk anak-anak dan lansia, sementara 160 lainnya adalah anggota pasukan keamanan Iran.
Data ini dikumpulkan dari sumber-sumber lokal yang terverifikasi, menggambarkan betapa mengerikannya dampak perang ini bagi rakyat biasa.
“Kami bekerja keras memastikan setiap angka korban tervalidasi melalui laporan langsung dari lapangan,” ujar juru bicara OKTM, Amina Rahimi, pada Kamis (19/6/2025).
Baca Juga: Ketegangan Memuncak! Akankah AS Ikut Serang Iran di Tengah Gempuran Israel?
Serangan Israel, yang menyasar fasilitas militer strategis seperti markas Garda Revolusi Iran dan situs pengembangan rudal di Shiraz, juga menghantam kawasan pemukiman di Teheran dan Mashhad. Iran melaporkan lebih dari 1.300 warga terluka, dengan rumah sakit-rumah sakit di kota-kota besar kewalahan menangani pasien.
Di sisi lain, Israel tak luput dari serangan balasan Iran, yang meluncurkan ratusan drone dan rudal ke Tel Aviv dan Yerusalem. Setidaknya 19 warga Israel tewas, dan lebih dari 200 lainnya terluka, menurut laporan otoritas setempat.
Baca Juga: Vaksin HPV Jadi Harapan Baru Cegah Kanker Serviks di Indonesia, Kemenkes Genjot Vaksinasi
“Ini bukan lagi soal militer, tapi krisis kemanusiaan yang harus dihentikan,” kata dokter relawan di Teheran, Reza Hosseini, di tengah kepanikan warga.
Baca Juga: Bencana Pergerakan Tanah Hantam Cianjur: Ratusan Rumah Rusak, Warga Mengungsi
Pemicu konflik ini adalah ketegangan lama soal ambisi nuklir Iran dan serangan Israel terhadap sekutu Teheran, seperti kelompok Hezbollah di Lebanon.
Pekan lalu, Israel melancarkan operasi “Dawn Strike,” yang diklaim menargetkan pangkalan militer dan tokoh-tokoh kunci Iran, termasuk seorang jenderal senior Garda Revolusi dan ilmuwan pertahanan.
Namun, dampaknya jauh lebih luas: sekolah-sekolah ditutup, pasar-pasar sepi, dan ribuan warga Iran mengungsi ke pedesaan. Iran membalas dengan operasi “Iron Vow,” yang menurut juru bicara militer mereka berhasil menghancurkan instalasi radar Israel di Haifa.
Baca Juga: Polisi Bekuk Pelaku Mutilasi Perempuan di Sumbar, Diduga Sudah Bunuh 3 Orang
Di tengah eskalasi, dunia menyaksikan dengan cemas. PBB menggelar sidang darurat, sementara negara-negara seperti Turki dan Qatar berupaya memediasi. Namun, baik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu maupun Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menunjukkan sikap keras, menolak gencatan senjata.
Di Iran, tekanan domestik kian meningkat, dengan warga yang masih trauma akibat protes besar 2022 kini menghadapi ketakutan baru.
Sementara itu, harga minyak dunia melonjak, dan kawasan Timur Tengah terancam terseret ke dalam perang yang lebih luas. Harapan untuk perdamaian kini bergantung pada tekanan internasional agar kedua pihak mau duduk bersama sebelum lebih banyak nyawa melayang.
Baca Juga: Tiba di Rusia, Prabowo Disambut Hangat Jajar Kehormatan dan Siap Bertemu Putin
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan








