Pemprov DKI Jakarta Minta Ondel-ondel Jangan Ngamen di Jalan Lagi

AKURAT BANTEN - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah merancang langkah serius untuk menjaga kelestarian ondel-ondel sebagai simbol budaya Betawi yang otentik.
Salah satu langkah strategis yang dicanangkan adalah mendorong pembentukan regulasi, bahkan undang-undang, yang mengatur peran ondel-ondel sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya ibu kota.
Baca Juga: Prabowo Sambut Hangat Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa ondel-ondel tidak seharusnya digunakan untuk mengamen di jalanan. Menurutnya, boneka raksasa ini layak mendapat tempat yang lebih terhormat sebagai wajah seni dan identitas masyarakat Betawi.
"Mulai sekarang, saya ingin ondel-ondel tidak lagi berkeliaran di jalanan untuk mengamen. Mereka harus tampil sebagai bagian penting dari budaya utama Betawi," ujar Pramono saat menghadiri sebuah acara di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (28/5).
Baca Juga: Dugaan Suap RPTKA di Kemenaker: KPK Periksa Deretan Pegawai dan Sita Belasan Kendaraan
Ia menilai, ondel-ondel bukan sekadar boneka tradisional, melainkan simbol budaya yang hidup dan terus berkembang. Maka dari itu, perlu ada perhatian serius dari pemerintah agar seniman ondel-ondel mendapatkan ruang berkesenian yang layak dan tidak lagi bergantung pada penghasilan dari jalanan.
Baca Juga: Akhirnya Resmi! WhatsApp Kini Bisa Dipakai di iPad, Fiturnya Lengkap dan Multitasking Makin Mudah
Hingga saat ini, tercatat ada 42 sanggar seni ondel-ondel yang tersebar di Jakarta. Pemprov DKI tengah menjalin komunikasi dan memberikan perhatian khusus kepada komunitas-komunitas ini agar bisa tampil dalam berbagai agenda resmi dan kegiatan budaya. Pemerintah juga tengah merancang program pelibatan mereka dalam event-event besar di ibu kota.
"Saya titip, mohon ondel-ondel jangan hanya jadi alat cari nafkah di lampu merah. Mereka punya nilai sejarah dan budaya yang tinggi, dan harus kita rawat baik-baik," lanjut Pramono.
Baca Juga: Tragis! Begini Kronologi Pegawai BI yang Lompat dari Lantai 15 Gedung Kantor
Menurutnya, maraknya ondel-ondel mengamen bukan semata kesalahan para pelakunya, melainkan juga karena belum adanya ruang atau dukungan yang cukup dari pemerintah maupun masyarakat untuk menyalurkan ekspresi seni tersebut. Oleh sebab itu, ia ingin para seniman ondel-ondel mendapat panggung lebih luas dan terhormat.
“Kita siapkan regulasinya, nanti kita undang mereka untuk tampil di berbagai acara besar di Jakarta. Kita bantu tampilkan mereka, jangan biarkan budaya kita merana di jalan,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 9Debut Impian Michael Kayode: Cetak Gol, Bantu Italia Hancurkan Turki 4-1
- 10Bukan Cuma Menang 4-1, Italia Ukir Sejarah Lewat Kakak-Adik Esposito Setelah Lebih dari 1 Abad










