Banten

Pemprov Bengkulu Berlakukan Tanggap Darurat Usai Gempa 6,3 M, Ratusan Rumah Rusak dan Warga Mengungsi

Andi Syafrani | 25 Mei 2025, 16:39 WIB
Pemprov Bengkulu Berlakukan Tanggap Darurat Usai Gempa 6,3 M, Ratusan Rumah Rusak dan Warga Mengungsi

AKURAT BANTEN - Gempa bumi dengan kekuatan 6,3 magnitudo yang mengguncang wilayah Bengkulu pada Jumat (24/5) meninggalkan kerusakan cukup parah di berbagai titik.

Pemerintah Provinsi Bengkulu pun bergerak cepat dengan menetapkan status tanggap darurat hingga 29 Mei 2025 demi mempercepat penanganan terhadap para korban dan wilayah terdampak.

Baca Juga: Jaksa dan ASN Dibacok di Deli Serdang, Kejagung Minta Aparat Segera Tangkap Pelaku

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat sekitar 200 rumah warga mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.

Tak hanya permukiman, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, masjid, hingga kantor camat ikut terdampak. Banyak bangunan retak hingga roboh, membuat aktivitas warga lumpuh sementara.

Baca Juga: Remaja Gowa Diciduk Densus 88, Aktif Sebarkan Propaganda ISIS di Grup WhatsApp

“Warga yang rumahnya rusak berat langsung kami arahkan ke tempat pengungsian. Kami juga sudah distribusikan bantuan awal seperti logistik makanan, tenda darurat, hingga kebutuhan bayi dan lansia,” ujar seorang petugas BPBD Bengkulu yang ditemui di lokasi pengungsian sementara.

Baca Juga: Biar Semua Punya Peluang: Kemnaker Bakal Hapus Syarat Usia Kerja dan Good Looking!

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan lokal terus berjibaku melakukan evakuasi serta melakukan asesmen untuk memetakan wilayah yang mengalami dampak terparah. Sementara itu, para relawan medis dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk memberikan pelayanan kesehatan darurat.

Pemerintah daerah juga menyampaikan bahwa saat ini tengah disiapkan skema bantuan perbaikan rumah bagi para korban, terutama mereka yang rumahnya dinyatakan rusak berat. Skema ini akan disesuaikan dengan pedoman rehabilitasi dan rekonstruksi bencana nasional yang pernah diterapkan di wilayah terdampak gempa sebelumnya seperti di Cianjur dan Lombok.

Baca Juga: Polisi Bongkar Markas Ormas di Lahan BMKG di Tangsel, Ungkap Praktik Premanisme Bertarif Jutaan Rupiah

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan penanganan pascagempa berjalan efektif.

Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum diverifikasi.

Baca Juga: Trump Ancam Apple! iPhone Harus Diproduksi di AS Jika Tak Mau Kena Tarif 25 Persen

“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan warga. Kami juga pastikan seluruh kebutuhan dasar seperti air bersih, makanan, dan tempat tinggal sementara akan terus dipenuhi,” tegas Suharyanto.

Meski kondisi mulai membaik, trauma masih menyelimuti sebagian warga. Banyak dari mereka masih memilih bertahan di luar rumah karena khawatir akan guncangan susulan. Pemerintah setempat terus melakukan sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana untuk mengurangi risiko di masa mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC