Inovasi Menu Sahur dan Buka Puasa yang Lezat dan Bergizi

Akurat Banten - Dalam menyambut penghujung Ramadhan, para ahli gizi dan juru masak kreatif berlomba-lomba menghadirkan inovasi menu sehat untuk sahur dan buka puasa.
Semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya menjaga pola makan selama berpuasa, sehingga muncul tren baru dalam menyusun hidangan yang tidak hanya lezat namun juga bernutrisi guna mendukung kesehatan selama bulan suci.
Beberapa restoran dan kafe di kota besar mulai memperkenalkan paket menu spesial Ramadhan yang mengedepankan bahan-bahan segar, minim pengolahan, dan rendah lemak.
Baca Juga: Jokowi Menanggapi Isu Pertemuan dengan Megawati: Hubungan Kami Masih Baik
“Pemilihan menu yang tepat saat sahur dan buka puasa sangat berpengaruh terhadap stamina dan kesehatan tubuh, terlebih saat kita menjalani ibadah puasa yang menuntut energi berkepanjangan,”kata Dr. Rina.
“Mengonsumsi karbohidrat kompleks, protein berkualitas, serta serat dari buah dan sayur dapat membantu menjaga kadar gula darah dan memberikan rasa kenyang lebih lama,” tambahnya.
Di tengah dinamika tren makanan sehat, sejumlah chef profesional turut berbagi resep andalan mereka.
Chef Arif Hidayat, misalnya, mengungkapkan bahwa kunci dari hidangan bergizi adalah kombinasi antara inovasi rasa dan pengetahuan tentang kandungan nutrisi.
Baca Juga: 7 Inspirasi Kado Lebaran untuk Orang Terkasih
“Untuk menu sahur, saya sering menyarankan bubur gandum dengan tambahan topping buah segar dan kacang almond. Hidangan ini tidak hanya memberikan energi yang tahan lama tetapi juga memperkuat sistem kekebalan tubuh,” ujar Chef Arif.
Untuk buka puasa, ia menyarankan sup sayuran dengan tambahan potongan daging tanpa lemak dan segelas jus buah alami yang kaya vitamin.
Selain rekomendasi dari para ahli dan chef, beberapa komunitas kuliner lokal juga mengadakan workshop dan bazaar kuliner Ramadhan.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendidik masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi yang seimbang selama berpuasa serta berbagi resep inovatif.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Positif yang Bisa Dipertahankan Setelah Puasa Hampir Usai
Di salah satu acara yang berlangsung di Balai Kota, pengunjung diberikan kesempatan untuk mencicipi berbagai menu, mulai dari smoothies sehat, salad buah segar, hingga takjil tradisional dengan sentuhan modern seperti kolak biji selasih rendah gula.
Para pelaku usaha kuliner pun menyadari bahwa konsumen kini semakin kritis dalam memilih makanan. Mereka mulai menggantikan minyak goreng biasa dengan minyak zaitun atau minyak kanola yang lebih sehat, serta mengurangi penggunaan garam berlebih dalam setiap resep.
Inovasi dalam menu sahur dan buka puasa tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan sosial dan budaya selama Ramadhan.
Baca Juga: Ramadhan Ceria: IJTI Banten Bantu Santri Yatim di Ponpes Lebak
Dengan meningkatnya minat terhadap makanan bergizi, harapan tumbuh bahwa tradisi berbuka puasa akan semakin terintegrasi dengan gaya hidup modern yang peduli pada kesehatan.
Kegiatan seperti bazaar dan workshop kuliner pun semakin ramai diikuti, mengukuhkan peran kuliner sebagai jembatan antara tradisi dan inovasi.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










