Banten

Ramadhan Ceria: IJTI Banten Bantu Santri Yatim di Ponpes Lebak

Irsyad Mohammad | 22 Maret 2025, 22:46 WIB
Ramadhan Ceria: IJTI Banten Bantu Santri Yatim di Ponpes Lebak

AKURAT BANTEN - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banten melakukan aksi kepedulian dengan menggelar kegiatan sosial di Pondok Merah Putih Jawahirul Quran, salah satu pondok pesantren salafiah, yang bertempat di Sukaraja, Warung Gunung Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (22/03/25).

Pondok pesantren ini dikenal sebagai tempat menimba ilmu agama secara gratis untuk siapapun yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Ketua IJTI Banten, Adhi Mazda, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial jurnalis televisi. 

Menurutnya, kehadiran jurnalis televisi di tengah masyarakat bukan hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk memberikan manfaat nyata untuk sesama.

Baca Juga: 30 Juz Semalam, Salat Tarawih di Pondok Pesantren Al Fatah Temboro Baru Selesai Jam 3 Pagi

"Kami hadir di sini bukan untuk pertama kalinya. Sejak awal Ramadan, IJTI Banten telah aktif berbagi di tengah masyarakat, kali ini membawa pesan lain agar para santri tau literasi digital," ucapnya.

Kegiatan yang berlangsung pada pertengahan Ramadan ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi para santri yang mengaji di tempat tersebut. 

Sebab, diketahui sebagian besar santri yang belajar di pondok pesantren salafiah ini adalah anak-anak yatim yang memiliki semangat belajar tinggi meski di memiliki keterbatasan ekonomi. 

Kata Adi, kegiatan itu, dimulai dengan diskusi dan berbagi ilmu dari para jurnalis televisi di Banten, tujuannya untuk memberikan wawasan baru kepada para santri tentang dunia jurnalistik dan peran penting jurnalis di era digital saat ini. 

Baca Juga: Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadhan, Lapas Serang Gelar Buka Bersama dengan WBP dan Keluarga

Lebih lanjut, Adi menjelaskan, para jurnalis yang hadir berbagi pengalaman mereka dalam menjalankan tugas di lapangan. 

Mulai dari proses pengumpulan berita, cara menyampaikan informasi secara kredibel, hingga tantangan yang dihadapi jurnalis dalam menyampaikan kebenaran di tengah derasnya arus informasi.

"Kami menyampaikan materi bagaiamana peran jurnalis di era digital saat ini, dan para santri pun sangat antusias," cetusnya.

Adi Mazda mencereitakan, antusiasme para santri sangat terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka, mendengarkan dengan saksama setiap penjelasan yang disampaikan.

Baca Juga: Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah dan Cara Menghitungnya untuk Meningkatkan Pahala Ramadhan

Para santri juga aktif bertanya tentang bagaimana jurnalis bekerja dan menyampaikan berita kepada masyarakat.

Dalam kegiatan itu, salah satu poin penting yang ditekankan adalah literasi media. Harapannya, para santri dapat memahami pentingnya memilah informasi, terutama di era digital yang banyak bertebaran berita palsu atau hoaks. 

Pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para santri untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

"Literasi media saat ini sangat penting, kami bagi kepada para santri agar bisa memilah informasi di media sosial agar tidak terpengaruh berita palsu," paparnya.

Selain berbagi ilmu, IJTI Banten juga memberikan santunan kepada para santri yatim. Santunan ini meliputi bantuan perlengkapan ibadah dan kebutuhan lainnya yang dibutuhkan oleh para santri. 

Baca Juga: Festival Ramadan 2025 Sinar Mas Land, Penuh Kreasi Berbagi Kebaikan

Adhi juga menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan pelajaran berharga bagi para jurnalis yang terlibat. Selain berbagi ilmu, mereka juga mendapatkan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai agama yang dapat menjadi pegangan dalam menjalankan tugas sehari-hari.

"Banyak pesan baik yang kami bagikan, dan tentu sebaliknya kami terima karena ilmu agama yang juga kami dapat bisa menjadi pegangan dalam menjalankan tugas kami," ucap Adi.

Sesi berbagi ilmu ini juga menjadi momen penting bagi para santri untuk memahami bagaimana peran media dapat membantu membangun masyarakat. 

Selain itu, para santri diajak untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan berinteraksi dengan dunia luar.

Baca Juga: Indosat Ooredoo Hutchison Komitmen Jaga Konektivitas Selama Ramadan dan Idulfitri 1446H

Para santri mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh IJTI Banten. Mereka merasa dihargai dan mendapatkan pengalaman baru yang sangat bermanfaat untuk masa depan mereka.

"Kegiatan ini sangat membantu kami. Kami jadi tahu bagaimana jurnalis bekerja dan pentingnya menyampaikan informasi yang benar," kata Thifal salah satu santri yang mengaji di pondok tersebut.

Selain itu, Pengurus pondok pesantren, Nasrullah, menyampaikan apresiasinya kepada IJTI Banten. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga lebih banyak santri yang mendapatkan manfaat.

"Semoga literasi media seperti ini terus berlanjut dan memberikan banyak manfaat untuk para santri dan masyarakat," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.