Gerakan Boikot Tesla Semakin Meluas, Showroom Digeruduk Demonstran

Akurat Banten - Gerakan boikot Tesla semakin meluas dan memicu gelombang protes besar-besaran di berbagai lokasi di Amerika Serikat (AS).
Showroom Tesla di berbagai negara bagian kini menjadi sasaran aksi demonstrasi yang dilakukan oleh ratusan orang.
Protes ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan kontroversial yang diterapkan oleh Elon Musk, CEO Tesla, yang turut merusak reputasi perusahaan kendaraan listrik tersebut.
Baca Juga: Tim PH Heru Hanindyo Hadirkan Saksi Meringankan dan Ahli Pidana dalam Sidang Lanjutan Dugaan Tipikor
Aksi boikot ini dimulai dengan penyerangan kecil pada showroom Tesla, namun sejak pernyataan keras dari Jaksa Agung Pam Bondi yang bersumpah untuk menindak vandalisme dan klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut aksi tersebut sebagai bentuk terorisme domestik, aksi protes semakin meluas.
Protes ini semakin intens setelah Elon Musk mengkritik kebijakan pemangkasan anggaran di pemerintahan federal oleh Lembaga Efisiensi Pemerintah (DOGE), yang berdampak pada ribuan pekerja pemerintah yang dipecat.
Sikap politik Musk yang kontroversial juga turut memperburuk citra Tesla.
Baca Juga: Nasib Tanah Mat Solar, Simpanan Hari Tua Sang Komedian 1300 Meter Siap Dibayar 3,3M
Posisi Musk yang mendukung partai sayap kanan di Jerman, serta tuduhan tak berdasar terhadap politisi Inggris, semakin memperburuk pandangan publik terhadap dirinya.
Tidak hanya itu, Musk juga dihujat terkait pose kontroversial yang ia lakukan pada pelantikan Donald Trump yang disebut-sebut menyerupai "salute" ala Nazi.
Gerakan protes ini dinamakan "Tesla Takedown" dan dimulai pada 15 Februari. Gerakan ini didorong oleh aktor Hollywood, Alex Winter, bersama Joan Donovan, seorang akademisi dari Universitas Boston.
Baca Juga: Diduga Curangi Takaran BBM Lewat HP, Mendag Bongkar Modus SPBU Nakal di Bogor
Tesla Takedown menyerukan para konsumen untuk menjual kendaraan Tesla mereka, membuang saham, dan bergabung dalam gerakan tersebut.
Lebih dari 80 demonstrasi telah dijadwalkan pada akhir pekan lalu, dengan lebih dari 70 demonstrasi direncanakan hingga akhir April.
Demonstrasi ini mencakup berbagai kota, dengan Dedham di pinggiran kota Boston dan West Chester di Philadelphia menjadi tempat dengan jumlah demonstran sekitar 100 orang.
Baca Juga: Tim PH Heru Hanindyo Hadirkan Saksi Meringankan dan Ahli Pidana dalam Sidang Lanjutan Dugaan Tipikor
Di Baltimore, jumlah peserta mencapai 300 orang. Sementara itu, di Washington DC, sekitar 50 orang berkumpul di luar showroom dengan membawa spanduk dan menari diiringi lagu-lagu dari Beyonce dan Daft Punk.
Sara Steffens, mantan jurnalis, mengungkapkan bahwa ia ingin mengubah aksi demonstrasi menjadi sebuah pesta dansa.
“Kita harus bergembira karena ini adalah perjalanan panjang, dan kita harus mengembangkan gerakan kita untuk melawan otoritarianisme ini,” kata Steffens.
Baca Juga: Nasib Tanah Mat Solar, Simpanan Hari Tua Sang Komedian 1300 Meter Siap Dibayar 3,3M
Sementara itu, dampak dari protes ini mulai dirasakan oleh Tesla. Kepala situs otomotif Edmunds, Jessica Caldwell, menyatakan bahwa protes ini dapat mengurangi pangsa pasar Tesla, yang sebelumnya sudah tergerus oleh kehadiran merek lain yang meluncurkan mobil listrik baru.
Sebagian investor berharap ini hanya gangguan sementara, namun masih terlalu dini untuk memastikan apakah boikot ini akan berdampak panjang pada Tesla.
Terbaru, gerakan boikot juga merambah ke layanan internet satelit Starlink milik Musk.
Baca Juga: Diduga Curangi Takaran BBM Lewat HP, Mendag Bongkar Modus SPBU Nakal di Bogor
Banyak pelanggan yang kecewa dengan sikap politik Musk dan mulai meninggalkan Starlink.
Sejumlah perusahaan internet satelit Eropa seperti Eutelsat dan Viasat kini memanfaatkan momen ini untuk mengembangkan layanan mereka di pasar global, menggantikan posisi Starlink.
Bersama dengan penurunan kepopuleran Tesla, boikot terhadap Starlink menunjukkan betapa luasnya dampak sikap kontroversial Musk terhadap brand-brand yang ia kelola, membuktikan bahwa aksi protes ini bukan sekadar gerakan jangka pendek.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Gugatan Ijazah Gibran di MK Mulai Terbaca, Alasan Ini Bisa Bikin Permohonan Kandas!
- 2Purbaya Dicopot Prabowo, 5 Isu Ini Diduga Jadi Biang Kerok Pergantian Menkeu, Ada yang Bikin Geger!
- 3Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 4Gibran Disorot Dino Patti Djalal Gegara Gugatan MK, Kalimat “Bela Diri” Ini Bikin Heboh!
- 5Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 6Purbaya Dicopot Prabowo, Isi Garasinya Bikin Kaget: Ada Mobil Miliaran Rupiah!
- 7Infrastruktur IT Badan Gizi Nasional Lumpuh, Sinkronisasi Data MBG di Lapangan Kacau
- 8Buntut OTT Kepala BPN, Warga Tanah Tinggi Buka Suara Soal Dugaan Pungli PTSL Rp27,5 Juta
- 9Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 10Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan








