Bupati Serang Dinilai Ada Muatan Politik Saat Safari Ramadan, Bawaslu : Tidak Ada Kampanye Sedikitpun

AKURAT BANTEN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Serang menegaskan tidak ada unsur kampanye politik dalam kegiatan kampanye Safari Ramadan yang digelar Pemerintah Kabupaten Serang.
Pernyataan tersebut membantah tudingan yang beredar di media massa dan media sosial, yang menilai bahwa kegiatan Safari Ramadan tersebut memiliki muatan politik terkait Pilkada Kabupaten Serang.
Baca Juga: Viral Guru di Pandeglang Jatuh Akibat Jalan Rusak, Andra Soni Turun Tangan
Ketua Bawaslu Kabupaten Serang, Furqon mengatakan, pada kegiatan Safari Ramadan, pihaknya sudah diundang untuk hadir dan mengikuti kegiatan tersebut.
"Setiap Safari Ramadan, kami ikut melakukan pengawasan. Kami diundang oleh pihak pemda," ujar Furqon kepada wartawan, Jumat (7/3/2025).
Furqon memastikan, pihak Bawaslu selalu hadir memenuhi undangan Pemkab Serang pada kegiatan Safari Ramadan.
Ia pun menegaskan, tidak ada kampanye dalam kegiatan tersebut.
"Kemarin hadir, hari ini juga hadir. Tidak ada kampanye sedikit pun," tegasnya.
Sementara, Penjabat Sekda Kabupaten Serang Rudi Suhartanto menjelaskan, Safari Ramadan adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh Pemkab Serang dalam rangka silaturahmi di bulan Ramadan.
"Selain silaturahmi, kegiatan ini juga dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat terkait pembangunan Kabupaten Serang," katanya.
Rudi menyebutkan, dalam kegiatan Safari Ramadan itu turut mengundang unsur Forkopimda yang di dalamnya ada unsur TNI dan Polri.
Kemudian diundang juga penyelenggara Pemilu dari KPU dan Bawaslu Kabupaten Serang.
"Ibu Bupati memastikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sesuai aturan. Ibu Bupati memerintahkan agar KPU dan Bawaslu ikut serta dalam kegiatan Safari Ramadan, selain unsur Forkopimda," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 6Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 7Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Cole Palmer Lagi-Lagi Tak Bisa Bela Inggris, Begini Respons Thomas Tuchel
- 10Gol Kemenangan Berujung Petaka, Mbappé Cedera dan Harus Pulang ke Madrid: Ada Apa dengan Lututnya?






