Banten

Antisipasi Fenomena La Nina, Berikut Upaya Mitigasi Bencana Banjir Dinas PUPR Kota Tangerang

Noudhy Valdryno | 11 Oktober 2024, 21:56 WIB
Antisipasi Fenomena La Nina, Berikut Upaya Mitigasi Bencana Banjir Dinas PUPR Kota Tangerang

AKURAT BANTEN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, fenomena cuaca ekstrim La Nina di Indonesia akan terjadi mulai Oktober hingga November 2024.

Bagi Indonesia, La Nina menyebabkan peningkatan curah hujan di hampir sebagian besar wilayah sehingga meningkatkan risiko banjir, suhu udara yang lebih rendah pada siang hari, dan lebih banyak badai tropis.

Dengan adanya fenomena tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang, telah melakukan berbagai upaya mitigasi menghadapi musim penghujan yang kerap datangnya bencana banjir. 

Baca Juga: Cawalkot Tangerang Sachrudin Terancam Didiskualifikasi Buntut Laporan Money Politik

“Untuk mengantisipasi musim hujan dan potensi banjir yang terjadi, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas PUPR terus menyiapkan berbagai infrastruktur dan upaya untuk memitigasi potensi banjir,” ujar Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, Jumat (11/10/2024).

Taufik pun menjelaskan, Kota Tangerang sejauh ini telah memiliki 14 titik Pos Duga Tinggi Muka Air yang juga dapat diakses atau dipantau masyarakat melalui online di laman https://maps.tangerangkota.go.id/posduga/. 

Secara rinci, lokasi Pos Duga Tinggi Muka Air di Kota Tangerang ialah, di Alamanda, Bulakan, Cipulir-Estate, Duren-Village, Galeong, Jembatan Polor, Kali Ledug, Kali-Sabi, Komplek DDN, Mutiara Pluit, Nusajaya, Puri Kartika, Sarakan dan Taman Cibodas. 

Baca Juga: Soal Laporan Money Politik Sachrudin, Tim Pemenangan Ngaku Belum Tahu

“Seluruh Pos Duga Tinggi Muka Air sudah tersedia sensor pendeteksi ketinggian muka air secara otomatis dan akurat serta tersedia CCTV 24 jam. Informasi juga disalurkan melalui whatsapp blast secara cepat dan tepat. Terlebih, data yang dikirim cepat dan akurat ke seluruh OPD terkait untuk kebijakan penanganan banjir lanjutan,” papar Taufik. 

Selain itu, kata Taufik, secara infrastruktur banjir, di Kota Tangerang telah tersedia 457 unit turap, 3.170 ruas drainase, 373 unit pintu air, 27 buah situ/danau/embung, 259 unit pompa air, 123 unit pusat pengendali banjir, 82 unit sarana dan prasarana pengendalian banjir. 

“Sejauh ini, DPUPR Kota Tangerang juga sedang melakukan pemeliharaan dan memastikan infrastruktur banjir berfungsi dengan baik dengan target 27 lokasi embung, rehabilitasi 159 lokasi turap, dan pemeliharaan pompa banjir dan pintu air, pemeliharaan 80 ruas drainase dan gorong-gorong, serta normalisasi 60 lokasi sungai atau kali baik secara manual dan alat berat yang saat ini berlangsung di 10 lokasi,” jelasnya. 

Dengan begitu, ia pun mengimbau, dengan sederet fasilitas dan infrastruktur yang disediakan dan terus diperkuat Pemkot Tangerang, masyarakat dapat turut serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungannya. 

“Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, dan mulai rutin melakukan gotong royong bersih-bersih selokan atau drainase lingkungan. Dengan itu, sekiranya kita semua dapat sama-sama meminimalisir bencana banjir di wilayah kita,” imbaunya. (adv) 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.