Banten

Geger Polemik Rekening Botok, CEO Forest Bev Siap Pindahkan Payroll 120 Karyawan dari Mandiri ke BCA

Aullia Rachma Puteri | 25 Agustus 2026, 16:46 WIB
Geger Polemik Rekening Botok, CEO Forest Bev Siap Pindahkan Payroll 120 Karyawan dari Mandiri ke BCA
CEO ANCAM PINDAH PAYROLL DARI BANK MANDIRI KE BANK BCA

AKURAT BANTEN – Polemik rekening Supriyono alias Botok terus meluas dan kini mendapat perhatian dari kalangan pengusaha.

CEO Forest Beverage Solutions (Forest Bev), Muadzin F. Jihad, menyatakan berencana memindahkan layanan penggajian perusahaan dari Bank Mandiri ke Bank Central Asia (BCA).

Rencana tersebut disampaikan Muadzin melalui media sosial.

Ia meminta Bank Mandiri mengembalikan dana yang berada dalam rekening yang dikaitkan dengan pengumpulan donasi untuk mendukung aksi masyarakat pada 27 Agustus 2026.

Baca Juga: Catat! Jadwal Lengkap Operasional Bank BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Setelah Lebaran 2026: Kapan Buka Normal?

Tidak hanya menyampaikan keberatan, Muadzin juga mengungkapkan bahwa payroll untuk 120 karyawan Forest Bev akan dialihkan ke bank lain.

Dalam pernyataannya, ia menyebut BCA sebagai tujuan pemindahan layanan tersebut.

Langkah tersebut menjadi perhatian karena layanan payroll merupakan bagian penting dalam operasional perusahaan.

Sistem tersebut digunakan untuk menyalurkan gaji kepada karyawan secara rutin, sehingga perubahan bank membutuhkan persiapan administratif agar pembayaran tetap berjalan tanpa kendala.

Baca Juga: Masih Aplikasi BCA Error di HP Anda? Begini Cara Membenarkan MBanking BCA yang Tidak Bisa Dibuka

Pernyataan Muadzin muncul ketika Bank Mandiri tengah menghadapi sorotan publik terkait rekening Supriyono alias Botok.

Rekening tersebut disebut menyimpan dana sekitar Rp80,9 juta yang dikumpulkan untuk mendukung kebutuhan kegiatan masyarakat Pati yang berencana melakukan aksi di Jakarta.

Persoalan muncul setelah transaksi pada rekening tersebut mengalami pembatasan.

Informasi itu kemudian menyebar luas dan memicu perdebatan di media sosial.

Baca Juga: BCA Mobile dan MyBCA Gangguan Sesaat, Begini Kondisi Terbaru dan Imbauan Penting bagi Nasabah

Sebagian pengguna internet mempertanyakan alasan rekening tersebut tidak dapat digunakan.

Kekecewaan tersebut bahkan berkembang menjadi ajakan untuk memboikot Bank Mandiri dengan berbagai cara, termasuk memindahkan saldo ke bank lain dan menghapus aplikasi Livin’ by Mandiri.

Di tengah situasi tersebut, keputusan Muadzin menjadi salah satu bentuk respons dari kalangan pelaku usaha.

Pemindahan payroll 120 karyawan menunjukkan bahwa polemik tersebut mulai menyentuh aspek penggunaan layanan perbankan oleh dunia usaha.

Baca Juga: EKSKLUSIF! Dugaan Pembobolan Rekening Dana Nasabah di BCA, Bikin Sekuritas Boncos Rp70 M!

Meski demikian, rencana tersebut merupakan sikap yang disampaikan oleh seorang pelaku usaha dan belum dapat dianggap sebagai gambaran umum mengenai keputusan perusahaan lain.

Respons nasabah dan pelaku bisnis terhadap polemik Bank Mandiri masih beragam.

Bank Mandiri sendiri sebelumnya telah memberikan klarifikasi mengenai rekening yang menjadi pusat perhatian.

Pihak bank menyatakan tindakan pembatasan transaksi dilakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum.

Baca Juga: Jenis Tabungan BCA yang Cocok untuk Semua Kebutuhan Finansial Anda

Bank juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan nasabah.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa pihak bank menyebut tindakan terhadap rekening bukan semata-mata keputusan internal tanpa adanya permintaan dari pihak berwenang.

Dalam perkembangan lain, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) disebut mengonfirmasi bahwa tindakan tersebut berkaitan dengan perintah dari tim penyidik.

Karena itu, persoalan rekening perlu dilihat dalam konteks proses hukum yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Meutya Hafid Sebut BCA Jadi yang Paling Banyak Dipakai Oknum Judi Online, Ratusan Rekening Bank Ini Bakal Diblokir Komdigi

Perbedaan persepsi mengenai tindakan terhadap rekening juga menjadi bagian dari perdebatan.

Di media sosial, istilah pemblokiran banyak digunakan untuk menggambarkan kondisi tersebut.

Sementara pihak terkait menjelaskan adanya penundaan transaksi dalam rangka kepentingan penyelidikan.

Kondisi ini membuat masyarakat perlu membedakan antara pembatasan transaksi dan penyitaan dana.

Baca Juga: Cara Tranfer M-Banking BCA ke Dana, Gratis Tanpa Dipungut Biaya!

Penundaan transaksi tidak otomatis berarti uang di dalam rekening telah menjadi milik pihak lain.

Status dana tetap harus dilihat berdasarkan proses hukum dan keputusan dari pihak yang berwenang.

Polemik tersebut sekaligus menunjukkan betapa pentingnya kepercayaan dalam hubungan antara bank dan nasabah.

Bagi perusahaan, layanan perbankan tidak hanya digunakan untuk menyimpan dana, tetapi juga menjadi sarana pembayaran gaji, transaksi bisnis, hingga kebutuhan operasional sehari-hari.

Baca Juga: Bahaya Hacker: Bagaimana Cara Mereka Bekerja? Begini Penjelasannya Untuk Pengguna BCA!

Jika perusahaan benar-benar memindahkan payroll, diperlukan sejumlah penyesuaian, mulai dari administrasi rekening karyawan hingga pengaturan sistem pembayaran.

Langkah tersebut juga harus dipastikan tidak mengganggu hak pekerja untuk menerima gaji tepat waktu.

Sementara itu, seruan boikot yang beredar di media sosial masih perlu dilihat secara proporsional.

Ramainya percakapan digital belum dapat dijadikan ukuran pasti mengenai jumlah nasabah yang benar-benar meninggalkan Bank Mandiri.

Baca Juga: Saldo Bank Mandiri Ramai-Ramai Dipindahkan, Aksi Hapus Livin’ Mencuat Usai Polemik Rekening Botok

Dampak terhadap kinerja perusahaan juga tidak bisa langsung disimpulkan hanya berdasarkan pernyataan individu atau tren media sosial.

Perubahan perilaku nasabah perlu dilihat melalui data transaksi, jumlah rekening, penghimpunan dana, serta indikator bisnis lainnya.

Kasus rekening Botok kini telah berkembang menjadi isu yang lebih luas.

Tidak hanya menyangkut hubungan antara satu nasabah dan bank, persoalan tersebut telah memunculkan perdebatan mengenai transparansi perbankan, proses penegakan hukum, hingga kepercayaan pelaku usaha.

Baca Juga: Rekening Botok Bikin Publik Murka, Seruan Boikot Bank Mandiri Makin Kencang

Pernyataan CEO Forest Bev untuk mengalihkan payroll 120 karyawan ke BCA menjadi perkembangan terbaru dari polemik tersebut.

Apakah langkah itu benar-benar terealisasi dan apakah akan diikuti perusahaan lain masih menjadi hal yang menarik untuk dipantau.

Untuk saat ini, publik masih menantikan perkembangan proses hukum terkait rekening Supriyono.

Sementara itu, Bank Mandiri juga menghadapi tekanan opini publik yang berkembang di media sosial setelah persoalan tersebut menjadi viral.

Baca Juga: Siap-Siap Cek Rekening! Jadwal Resmi Gaji ke-13 ASN 2026 Dirilis, Ini Rincian Nominalnya

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.