Banten

Gempa M5,7 Guncang Pacitan, Gedung Rusak dan Perjalanan Kereta Api Sempat Dihentikan

Andi Syafriadi | 27 Januari 2026, 12:32 WIB
Gempa M5,7 Guncang Pacitan, Gedung Rusak dan Perjalanan Kereta Api Sempat Dihentikan

AKURAT BANTEN - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1/2026) pagi.

Getaran gempa terasa cukup kuat dan meluas ke sejumlah daerah di Pulau Jawa hingga Bali, menyebabkan kerusakan bangunan serta gangguan sementara pada layanan transportasi kereta api.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi sekitar pukul 08.20 WIB.

Pusat gempa berada di darat, sekitar 24 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 122 kilometer.

Baca Juga: Dini Hari Warga Sumur Pandeglang Dikejutkan Gempa, BMKG Pastikan Aman

BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, meskipun getarannya dirasakan jelas oleh masyarakat di berbagai wilayah.

Sejumlah daerah seperti Pacitan, Tulungagung, dan wilayah Karangkates di Kabupaten Malang merasakan guncangan pada skala III hingga IV MMI.

Getaran dirasakan kuat di dalam rumah, menyebabkan benda-benda ringan bergoyang dan sebagian warga memilih keluar bangunan untuk menghindari risiko.

Sementara itu, daerah lain seperti Blitar, Nganjuk, Semarang, Denpasar, hingga Mataram merasakan getaran ringan hingga sedang.

Baca Juga: Skandal Data Gempa Terbongkar, Regulator Nuklir Jepang Hentikan Evaluasi Reaktor

Dampak gempa tidak hanya dirasakan oleh warga, tetapi juga mengakibatkan kerusakan pada beberapa bangunan.

Di Kabupaten Trenggalek, dilaporkan terjadi kerusakan ringan pada Kantor Kecamatan Dongko.

Bagian genteng bangunan dilaporkan melorot akibat guncangan gempa.

Peristiwa tersebut menyebabkan tiga pegawai mengalami luka ringan karena tertimpa material bangunan.

Baca Juga: Jepang Barat Diguncang Gempa Kuat, Aktivitas Susulan Tinggi Bikin Warga Diminta Tetap Waspada

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung melakukan pengecekan dan pendataan pasca-gempa.

Meski tidak ditemukan kerusakan berat, pihak BPBD tetap mengimbau masyarakat agar waspada, khususnya terhadap bangunan yang kondisinya sudah tua atau kurang kuat secara struktur.

Gempa Pacitan juga berdampak pada sektor transportasi.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 8 Surabaya mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api di sejumlah lintasan.

Baca Juga: Gempa Dahsyat 7,6 Magnitudo Guncang Filipina, BMKG Peringatkan Sulut dan Papua Berpotensi Tsunami

Penghentian dilakukan sebagai prosedur keselamatan untuk memastikan tidak ada kerusakan pada rel, jembatan, maupun sarana perkeretaapian lainnya.

Lintasan yang diperiksa mencakup jalur Bangil hingga Wlingi.

Selama proses pemeriksaan berlangsung, sejumlah perjalanan kereta api sempat tertahan.

Setelah dilakukan pengecekan menyeluruh dan dinyatakan aman, perjalanan kereta api secara bertahap kembali dioperasikan.

Baca Juga: Gempa Dahsyat 8,7 SR Guncang Rusia: Peringatan Tsunami Kini Meluas hingga Indonesia, Wilayah Apa Saja?

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Warga diminta selalu mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi serta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, meskipun hingga saat ini belum terdeteksi aktivitas lanjutan yang signifikan.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.