Putra Menkeu Purbaya, Yudo Sadewa Sebut Yaqut Cholil Dengan Sentilan Menohok di Medsos Soal Korupsi Kuota Haji

AKURAT BANTEN-Dunia politik dan hukum Indonesia kembali diguncang oleh pernyataan berani dari kalangan "darah biru" birokrasi.
Kali ini, Yudo Sadewa, putra dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, melontarkan kritik pedas yang menjadi viral di media sosial.
Tidak tanggung-tanggung, ia menyoroti penetapan tersangka mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan.
Baca Juga: Viral Foto Nisa Diterima Garuda Indonesia Setelah Ketahuan Nyamar, Ternyata Ini Fakta di Baliknya!
Kritik Pedas: "Lebih Kejam dari Setan"
Kekecewaan publik terhadap dugaan penyelewengan dana umat ini memuncak ketika Yudo mengunggah tangkapan layar berita penetapan tersangka tersebut dengan caption yang sangat tajam: "Setan saja sujud hormat sama kalian" .
Pernyataan ini bukan sekadar luapan emosi, melainkan representasi kegeraman masyarakat terhadap praktik korupsi di sektor yang seharusnya sakral.
Korupsi kuota haji dinilai sebagai tindakan yang sangat kejam karena merenggut hak jemaah yang sudah mengantre belasan hingga puluhan tahun demi kepentingan materi sepihak.
Baca Juga: Di Tengah Isu Nikah Siri, Inara Rusli Singgung Karma Masa Lalu Soal Perselingkuhan Virgoun
Fakta di Balik Kasus: Permainan Kuota 50-50
Kasus yang menjerat mantan Menteri Agama ini berfokus pada pengalihan kuota haji tambahan sebanyak 20.000 jemaah.
Secara aturan, kuota tersebut seharusnya dialokasikan dengan porsi 92% untuk haji reguler dan 8% untuk haji khusus.
Namun, di bawah kebijakan kementerian saat itu, porsinya diubah menjadi 50% berbanding 50%.
Perubahan mendadak ini diduga kuat menjadi celah terjadinya aliran dana ilegal, mengingat besarnya nilai uang di sektor haji khusus (haji plus).
Teka-Teki "Blessing" dan Izin Luar Negeri
Diskusi hangat di kanal Off The Record FNN juga menyoroti kejanggalan keberangkatan Yaqut ke luar negeri dalam durasi yang sangat lama (lebih dari 20 hari) di tengah proses Pansus Haji DPR sedang berjalan.
Banyak pihak mempertanyakan bagaimana seorang menteri bisa berada di luar negeri tanpa urgensi yang jelas tanpa adanya "restu" atau blessing dari pimpinan tertinggi saat itu.
Hal ini menambah daftar panjang kecurigaan publik mengenai adanya upaya perlindungan atau penguluran waktu dalam penyelesaian kasus ini.
Baca Juga: Akhir Riwayat ‘Candi Monorel’ Jakarta: Proyek Ambisius yang Berakhir Jadi Rongsokan
Harapan pada KPK: Jangan Ada "Masuk Angin"
Publik kini menaruh harapan besar pada KPK untuk mengawal kasus ini hingga tuntas ke meja hijau.
Kekhawatiran akan adanya intervensi politik atau kasus yang mengendap (seperti fenomena SP3 di beberapa daerah) menjadi alarm bagi lembaga antirasuah tersebut.
Keberanian anak muda seperti Yudo Sadewa untuk bersuara di tengah lingkaran kekuasaan memberikan angin segar bagi demokrasi kita.
Jika urusan ibadah saja bisa dikorupsi, maka tidak ada kata maaf bagi para pelakunya (**)
Sumber: YouTube-Off The Record FNN - Anak Menkeu Purbaya Sentil Yaqut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'






