Banten

BREAKING! Gunung Semeru Meletus Dahsyat, Awan Panas 7 Km, Warga Diminta Siaga Total

Andi Syafriadi | 19 November 2025, 18:26 WIB
BREAKING! Gunung Semeru Meletus Dahsyat, Awan Panas 7 Km, Warga Diminta Siaga Total

AKURAT BANTEN - Warga dan pihak berwenang di sekitar kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur, kembali diguncang oleh erupsi vulkanik yang cukup besar pada Rabu, 19 November 2025 pukul 16.00 WIB.

Menurut keterangan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu teramati mencapai ± 2.000 meter di atas puncak gunung (± 5.676 m di atas permukaan laut).

Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan barat laut.

Erupsi ini tercatat pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.

Baca Juga: Gunung Marapi Erupsi Sampai Bikin Langit Gelap, Kolom Abu Tembus Ribuan Meter!

Erupsi semacam ini memunculkan sejumlah fenomena alam yang berbahaya bagi kehidupan di sekitarnya:

Tercatat ada awan panas (pyroclastic flow) yang telah mencapai jarak luncur hingga 7 km dari puncak gunung. 

 

Terdapat potensi lontaran batu pijar dan aliran lahar serta material vulkanik lainnya yang dapat menimbulkan risiko serius.

 

Status gunung sempat tercatat sebagai Level II (Waspada), namun ada laporan yang menyebutkan kenaikan ke Level III (Siaga).

Baca Juga: Erupsi Gunung Marapi Ciptakan Kolom Abu sampai 1.600 Meter, Warga Diimbau Jauhi Radius 3 Km

PVMBG memberikan imbauan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara di sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan sejauh 8 km dari puncak.

Selain itu, tepi sungai dan sempadan sungai di wilayah tersebut juga berpotensi terkena aliran lahar dingin atau awan panas hingga jarak 13 km.

Erupsi ini membawa beberapa dampak langsung dan risiko jangka pendek yang harus diwaspadai:

Rawan terjadi aliran lahar dingin di anak-sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama saat hujan turun.

Baca Juga: Dampak Erupsi Gunung Ruang, Penerbangan Menuju Malaysia Dibatalkan

 

Potensi rusaknya infrastruktur dan terganggunya aktivitas warga yang tinggal di zona merah atau zona bahaya seperti lembah dan sungai-anak sungai.

 

Kemungkinan penyebaran abu vulkanik yang dapat mempengaruhi kesehatan (pernapasan), mobilitas (jalanan tertutup abu) dan aktivitas ekonomi lokal.

 

Masyarakat di sekitar Semeru dan wilayah rawan harus segera evakuasi jika diminta jangan menunda.

 

Hindari mendekati kawah dan area rawan sebagaimana imbauan PVMBG: radius aman minimal 2.5-8 km dari puncak.

Baca Juga: Anak Gunung Krakatau 2 Kali Erupsi, Masyarakat Diminta Waspada hingga Radius 5 Kilometer

 

Pantau informasi resmi dari PVMBG dan BPBD secara berkala melalui saluran resmi.

 

Siapkan masker dan penutup wajah untuk berjaga jika abu vulkanik menyebar.

 

Jika berada di wilayah rawan lahar atau anak sungai yang berhulu dari gunung, waspadai hujan lebat yang bisa memicu lahar dingin.

Erupsi dahsyat Gunung Semeru pada 19 November 2025 ini menjadi pengingat bahwa gunung api aktif seperti Semeru tetap sangat berbahaya dengan potensi awan panas, lontaran batu pijar, dan aliran lahar.

Baca Juga: Penandatangan MoU Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang dengan Desa Curug Kecamatan Gunung Sindur

Bagi masyarakat di Indonesia termasuk di Banten peristiwa ini menyerukan pentingnya kesiapsiagaan, kewaspadaan dini, dan kerjasama seluruh pihak agar dampak dapat diminimalkan.

Semoga semua pihak tetap aman dan siap menghadapi situasi yang mungkin terus berkembang.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.