Banten

KGPH Purboyo Pengganti Pakubuwono XIII, Anak Muda yang Siap Jadi Raja Jawa Selanjutnya

Andi Syafriadi | 3 November 2025, 21:46 WIB
KGPH Purboyo Pengganti Pakubuwono XIII, Anak Muda yang Siap Jadi Raja Jawa Selanjutnya

AKURAT BANTEN - Di tengah kabar duka wafatnya Paku Buwono XIII (PB XIII), Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, muncul sosok kuat yang siap menggantikannya: KGPH Purboyo.

Beberapa hari sebelum meninggal, PB XIII sudah menetapkan putra bungsunya ini sebagai putra mahkota atau penerus takhta. 

KGPH Purboyo lahir dengan nama lengkap GRM Suryo Mustiko pada tahun 2002, dari pernikahan PB XIII dengan permaisuri KRAy Asih Winarni (atau dikenal juga GKR Pakubuwana).

Dalam tradisi Keraton Surakarta, status “garwa padmi” (anak dari permaisuri) membuatnya secara adat menjadi calon penerus yang kuat.

Baca Juga: Detik-Detik Tragis! Kronologi Bocah PAUD di Solo Tak Sengaja Tersunat Temannya Pakai Gunting

Pada tanggal 27 Februari 2022, PB XIII resmi menobatkan Purboyo sebagai putra mahkota dengan gelar KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendro Mataram.

Penetapan ini terjadi jauh sebelum wafat PB XIII sehingga secara formal memberikan kepastian suksesi.

Dengan wafatnya PB XIII pada 2 November 2025 di usia 77 tahun, proses suksesi kini memasuki tahap berikutnya.

Meski begitu, di balik penetapan heir ini juga muncul sejumlah pro-kontra dalam keluarga kerajaan.

Baca Juga: Besok Grebeg Maulud di Solo: Membongkar Makna Tradisi Rebutan Gunungan yang Penuh Berkah

Salah satu pihak menyoroti bahwa penunjukan Purboyo sebagai penerus dianggap “tidak sesuai adat” karena urutan usia dan sejumlah persyaratan tradisional lain.

Sebagai calon raja yang baru, Purboyo memegang tanggung jawab besar.

Ia tak hanya menghadapi harapan besar dari internal keraton tetapi juga sorotan publik yang ingin melihat bagaimana ia akan menjalankan peran-tradisional tersebut di era modern.

Dengan usia yang relatif muda, tantangannya adalah mengharmonisasi tradisi dan tuntutan zaman.

Baca Juga: OPINI: Apakah Geng Solo Mendesain Skenario Kerusuhan untuk Menjatuhkan Prabowo?

Di wilayah Banten yang memiliki komunitas budaya Jawa serta komunitas keratonisasi, perkembangan ini bisa menjadi momen refleksi.

bagaimana kita memahami transformasi institusi adat dalam kehidupan modern, sekaligus menjaga relevansi nilai-nilai tradisional.

KGPH Purboyo telah ditetapkan sebagai pewaris takhta Keraton Surakarta sebelum wafatnya PB XIII menandakan perubahan besar dalam struktur tradisi kerajaan Jawa.

Bagi masyarakat Banten, ini bukan sekadar berita keraton, tetapi juga cerminan bagaimana tradisi bisa ditransformasikan oleh generasi muda, tetap relevan sambil menghormati akar budaya.

Baca Juga: 9 Tips Traveling Hemat untuk Solo Traveler Cerdas

Semoga kepemimpinannya membawa harmoni dan pelestarian nilai budaya Jawa bagi seluruh wilayah Nusantara.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.