Muhaimin Iskandar: Kualat Dan Tidak Berkah Proyek Food Estate Gagal Total

AKURAT BANTEN - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar mengkritik Food Estate gagasan Presiden Jokowi gagal total.
Ia menilai, program lumbung pangan yang digalakkan Presiden Joko Widodo tidak memiliki manfaat dan merusak lingkungan.
"Food estate yang gagal, food estate itu menanam singkong, tumbuhnya jagung panen jagungnya ditempat yang lain, gitu ko malah masih ngotot mempertahankan," katanya di Serang Banten.
Kata Cak Imin, proyek food estate tidak disetujui karena selain merusak lingkungan program tersebut terlalu menghamburkan uang.
"Bahkan ngomong, katanya yang gak setuju food estate itu antek asing, apa hubungannya, yang tidak setuju food estate karena tidak setuju ada kemubaziran dan kerusakan lingkungan disitu, karena petani mubazir tidak punya pupuk dibiarkan malah uang ini sia sia," jelasnya.
Selain itu, Cak Imin menjelaskan, proyek food estate juga dikritik oleh lembaga lingkungan karena dianggap telah merusak.
- Baca Juga: Alumni UKI Deklarasikan Dukungan Kepada Prabowo-Gibran, Yakin Menang Satu Putaran
- Baca Juga: La Nyala: Arya Wedakarna Melanggar Etik Dengan Sanksi Berat Diberhentikan Dari Anggota DPD RI
- Baca Juga: Pj. Gubernur Banten Akan Pecat Jika Terbukti Bersalah, Oknum Pegawai Satpol PP Diduga Jadi Calo Perekrutan P3K
Bahkan kata Cak Imin, faktor lain yang disayangkan olehnya adalah mengenyampingkan kebutuhan para petani.
"Saya bersaksi banyak sudah dikirim dari walhi dari greenpeace dari berbagai organisasi, yang sudah memotret, mengambil, menganalisis, itu gagal total, gagal total dan merusak lingkungan," jelasnya
"Ini apa namanya, kualat kalau bahasa sini (Banten) kualat, kenapa kualat harusnya uang ini untuk petani malah digunakan hal hal yag gak jelas, harusnya untuk beli pupuk petani malah digunakan untuk sekedar tiga empat gelintir perusahaan, kualat dan tidak berkah," sambungnya.
Kata Cak Imin jika terpilih, ia akan memprioritaskan kebutuhan petani yang membutuhkan.
"Nah yang kita jalankan nanti pemerintahan yang berkah, memprioritaskan yang betul-betul membutuhkan prioritas," tukasnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








