Pernah Dikasih Nilai Rendah, Prabowo Subianto Ngaku Minder Di Depan Relawan

AKURAT BANTEN - Calon Presiden Republik Indonesia nomor urut 2, Prabowo Subianto mengaku dirinya minder karena pernah diberikan nilai rendah sebagai Menteri Pertahanan oleh Ganjar dan Anies Baswedan pada moment debat ke empat Capres. Sabtu (27/1/24)
Pada debat Capres ke empat Prabowo sebagai Menteri Pertahanan pernah diberikan nilai 5 oleh Ganjar Pranowo Capres nomor urut 3 dan 11 dari 100 oleh Anis Baswedan Capres nomor urut 1.
Saat memberikan sambutan di acara Ndaru Bersholawat bersama Ulama dan Santri di Stadion Maulana Yusuf Kota Serang, Banten.
"Soalnya saya agak minder sedikit karena kemarin tuh saya dikasih nilai rendah banget aku sedih loh," kata Prabowo
Padahal, Prabowo pernah sekolah di beberapa negara untuk mengenyam pendidikan namun belum pernah menemukan penilaian rendah.
"Saya pernah sekolah ke mana-mana sekolah ke Inggris ke Jerman ke Amerika belum ada guru sekejam itu," cetusnya
Prabowo mengaku, hal tersebut tidak membuat dirinya dendam dan akan memaafkan sebagaimana arahan Habib Luthfi.
Ia juga mendoakan kedua rivalnya agar segera kembali ke jalan yang benar dan diberikan pencerahan oleh yang maha kuasa.
- Baca Juga: Jusuf Kalla: Dari Semua Pemilu, Tahun Ini Paling Kotor!
- Baca Juga: Masinton Pasaribu: 02 Kampanye Dimana-Mana Sepi, Ngomong Sama Rumput Sama Daun
- Baca Juga: Menteri Sosial Tri Rismaharini Tak di Libatkan Oleh Presiden Jokowi Dalam Program Pembagian Bansos
"Tapi sesuai ajarannya Habib Luthfi kita maafin aja lah, semoga diberi pencerahan oleh yang maha kuasa supaya kembali ke jalan yang benar," jelasnya.
Selain itu, ia meminta para relawan untuk mengawal TPS dan Panitia sebab dirinya telah mendapatkan informasi bahwa ada yang mau merusak surat suara nomor urut dua.
"Nanti tanggal 14, jangan di sini nomor 2, nanti nggak bangun, nggak mau ke TPS, semua harus ke TPS dan semua harus jaga TPS, jaga sampai selesai hitung," ucapnya.
"Karena saya dapat bocoran, dapat info, karena saya ini kan mantan jenderal, gini-gini walaupun nilainya dikasih rendah gue mantan jenderal ini," sambungnya
Prabowo mengaku masih banyak mantan anak buahnya yang masih aktif dan sudah menjadi jenderal.
"Bekas anak buah saya ada di mana-mana jadi jenderal-jenderal juga mereka itu dan kita dapat selentingan bahwa ada oknum, ada pihak yang ingin merusak surat suara 02 jadi saya minta seluruh rakyat mengawasi TPS, mengawasi semua panitia, mengawasi surat-surat," ucapnya.
Kata Prabowo, jangan sampai ada masyarakat yang mau mencoblos namun surat suara tersebut sudah rusak dan sudah di coblos.
"Jangan sampai menerima surat-surat yang sudah dicoblos sebelumnya dan jangan dibiarkan surat-surat itu dirusak, harus dijaga dan diawasi," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










