Viral Perintah Untuk Para Buzzer Tangisi Prabowo Pada Tangkapan Layar Grup WhatsApp 02

AKURAT BANTEN - Tangkapan layar percakapan grup WhatsApp itu viral di media sosial sejak Selasa (9/1/2024) malam. Foto profil grup WhatsApp itu adalah potret Prabowo dan Gibran.
Tampak dalam grup itu ada percakapan yang melibatkan kontak bernama Mas Herzaky Mahendra, Buzzer PAN, Buzzer Gerindra, dan Ketua Buzzer TKN.
"Kami sangat menyayangkan masih ada pihak-pihak yang menggunakan segala cara. Cara-cara kotor, bengis, kejam, dan tak manusiawi dengan menggunakan hoaks, fake news, dan fitnah untuk mendiskreditkan lawan dalam kontestasi pilpres kali ini," kata Herzaky kepada Republika, Rabu (10/1/2024).
Kontak bernama Mas Herzaky Mahendra memberikan arahan kepada para buzzer agar memilih isu yang akan digunakan untuk menyerang pasangan capres-cawapres lain.
Dinarasikan bahwa serangan diperlukan untuk merespons kekalahan Prabowo dalam debat capres.
Kontak bernama Mas Herzaky Mahendra itu meminta para buzzer memilih salah satu dari lima isu.
- Baca Juga: Ramalan Mr. Puzzle: Saya Melihat Jabatan Presiden 2024 Hanya Sebentar Dan di Gantikan Wakilnya!
- Baca Juga: Jusuf Kalla Soal Anies di Laporkan: Panggil Pak Jokowi, Baru Ramai Negeri Ini!
- Baca Juga: Ganjar Senang Ketika Anies Mengucapkan Selamat HUT Ke-51 PDIP di Akun Instagramnya
Di antaranya isu paslon lain menyerang personal, advertorial, dan menangisi Prabowo di TikTok. Kontak-kontak buzzer langsung merespons arahan itu dengan kata "siap".
Kepada Republika, Herzaky memastikan tangkapan layar itu hoaks karena dirinya tidak pernah bergabung dalam grup buzzer. Selain itu, ada banyak tampak keanehan di tangkapan layar tersebut.
"Kalau kita cermati betul ada keanehan-keanehan. Masak iya ada arahan 'silakan pilih isu nomor 4 advertorial', isu apaan itu." ungkapnya
"Lalu kemudian di kontaknya namanya Buzzer PAN, Buzzer Gerindra," kata Wakil Komandan Tim Komunikasi TKN Prabowo-Gibran itu.
Herzaky menyebut, TKN maupun Partai Demokrat tidak pernah menggunakan buzzer atau pendengung dalam berkampanye.
Tidak ada pula arahan dari pimpinan TKN dan Demokrat untuk menggunakan jasa buzzer.
"Di TKN itu kader-kader dari seluruh partai pendukung yang sangat militan dan sangat aktif dalam membela Pak Prabowo (dengan) menyampaikan kebenaran, data, dan fakta sebenarnya," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










