Banten

Sentuhan Emas Sang Guru: Umi Salamah, Wanita yang Rela Jadikan Rumahnya Sekolah, Tersentuh Pidato Prabowo: 'Beliau Keren!'

Saeful Anwar | 29 November 2025, 10:36 WIB
Sentuhan Emas Sang Guru: Umi Salamah, Wanita yang Rela Jadikan Rumahnya Sekolah, Tersentuh Pidato Prabowo: 'Beliau Keren!'

Ringkasan:

  • Siapa Dia: Umi Salamah, 66 tahun, Kepala PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) inspiratif dari Ajibarang, Banyumas.
  • Aksi Nyata: Dedikasikan rumah pribadinya menjadi pusat pendidikan non-formal, melayani dari buta huruf hingga jenjang perguruan tinggi dan mendirikan pesantren untuk ABK (Anak Berkebutuhan Khusus).
  • Momen Penting: Menerima penghargaan langsung dari Presiden Prabowo Subianto pada Hari Guru Nasional 2025.
  • Kutipan Tajam: Reaksi personal Umi terhadap pidato Prabowo: "Tadi saya mendengarkan sendiri pidatonya, Beliau keren. Sungguh keren, aduh,"

AKURAT BANTEN-Kisah Umi Salamah adalah cerminan sejati dari pengabdian seorang guru. Di usianya yang ke-66, Umi bukan hanya seorang guru biasa, tetapi juga kepala sekolah sekaligus "pemilik gedung" bagi ratusan peserta didik.

Di Ajibarang, Banyumas, rumah pribadi Umi telah bertransformasi menjadi benteng pendidikan non-formal yang luar biasa. Di bawah naungannya, berdiri:

  1. PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)
  2. PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)
  3. Kelas Paket A, B, dan C (Setara SD, SMP, SMA)
  4. SLB (Sekolah Luar Biasa)
  5. Pondok Pesantren ABK (Anak Berkebutuhan Khusus)

Umi Salamah mendedikasikan hidupnya selama puluhan tahun di jalur pendidikan non-formal, memastikan setiap orang, mulai dari yang buta huruf hingga mereka yang berkebutuhan khusus, memiliki akses untuk belajar.

Baca Juga: Pendidikan Karakter dan Otoritas Guru: Presiden Prabowo Bela Ketegasan Pendidik, Sentil Orang Tua Murid 'Nakal'

Momen Haru di Hari Guru: Penghargaan dan Pidato yang Menggetarkan

Pengabdian Umi Salamah akhirnya berbuah apresiasi tertinggi. Pada peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 di Indo Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (28/11), Umi mendapat penghargaan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Namun, yang lebih menyentuh Umi bukanlah sekadar penghargaan fisik, melainkan pidato yang disampaikan oleh Presiden Prabowo.

Umi Salamah melihat pidato tersebut sebagai gambaran komitmen kuat pemerintah era Prabowo dalam memperkuat dunia pendidikan, terutama sektor non-formal yang selama ini ia geluti.

"Tadi saya mendengarkan sendiri pidatonya, Beliau keren. Sungguh keren, aduh," ujar Umi Salamah dengan mata berbinar usai menerima penghargaan.

Baca Juga: TERUNGKAP! Isu Nikah Siri, DM Istri Sah, hingga CCTV Bocor: Tangis Inara Rusli Pecah, Klaim Dirinya Korban Kebohongan Berantai

Penekanan Prabowo yang Sesuai dengan Prinsip Umi: Mendidik Karakter

 

Umi Salamah menyambut baik pesan kunci dari pidato Presiden Prabowo yang menegaskan bahwa pendidikan harus melampaui proses mengajar dan berfokus pada pembentukan karakter peserta didik.

Prinsip ini sangat sejalan dengan filosofi mengajar Umi selama puluhan tahun.

"Menurut saya dunia pendidikan itu kunci, tapi pendidikan itu tidak sekadar mengajar, tapi mendidik. Guru itu harus mendidik mulai dari diri sendiri dulu," tegas Umi.

Umi turut menyoroti pentingnya keteladanan bagi seorang guru—poin penting yang juga disampaikan dalam pidato Presiden—sebagai fondasi utama dalam dunia pendidikan.

Baca Juga: SIM DIUBAH SEUMUR HIDUP? DPR Desak Polri Hapus Biaya Perpanjangan: PNBP Jadi Alasan Utama?

Doa dan Harapan: Perubahan Nyata di Dunia Pendidikan Non-Formal

Sebagai sosok yang berjuang dari "akar rumput," Umi Salamah sangat berterima kasih atas perhatian Presiden Prabowo terhadap pendidikan non-formal.

Ia berharap arah kebijakan pendidikan yang disampaikan oleh Presiden dapat membawa perubahan nyata dan signifikan bagi dunia pendidikan di Indonesia.

"Mudah-mudahan Indonesia benar-benar berubah, terutama melalui dunia pendidikan," harapnya.

Bagi Umi, penghargaan yang ia terima bukanlah tujuan, melainkan bonus dan motivasi untuk terus berjuang.

"Ini bonus saja dari Allah. Saya tidak pernah membayangkan atau bermimpi dapat seperti ini,” tutup Umi Salamah, Sang Pahlawan Pendidikan dari Ajibarang (**) 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman