Banten

Cara Membeli Bahan Bakar dari Jerami Bobibos, Ternyata Harga Bahan Bakar Nabati Murah?

Andi Syafriadi | 14 November 2025, 06:31 WIB
Cara Membeli Bahan Bakar dari Jerami Bobibos, Ternyata Harga Bahan Bakar Nabati Murah?

AKURAT BANTEN - Indonesia tengah menapaki jalan menuju kemandirian energi yang lebih hijau dan berbasis sumber daya lokal.

Salah satu inovasi paling menarik adalah Bobibos bahan bakar alternatif berbahan dasar jerami hasil riset anak bangsa. Bobibos merupakan singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos.

Jerami yang selama ini sering dibakar sebagai limbah pasca-panen dipilih sebagai bahan baku utama pengembangan Bobibos.

Dari jerami inilah, melalui proses khusus, dikembangkan bahan bakar nabati yang memiliki performa tinggi. Menurut pengembangnya, dari satu hektar sawah jerami bisa menghasilkan hingga 3.000 liter Bobibos.

Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Bikin Heboh, Jerami Disulap Jadi Bahan Bakar Jerami untuk Traktor Diesel Petani Bisa Hemat BBM

Selain itu, pemanfaatan jerami juga berarti membuka nilai ekonomi baru bagi petani limbah yang sebelumnya tidak bernilai kini bisa dimanfaatkan. 

Proses produksi Bobibos melibatkan teknologi bioenergi dan “suntikan serum khusus” yang mengubah jerami menjadi bahan bakar siap pakai.

Hasil uji laboratorium menyebut bahwa Bobibos memiliki nilai oktan (RON) mendekati 98, bahkan angka 98,1 disebut-sebut.

jauh, uji lapangan menunjukkan mesin yang menggunakan Bobibos bekerja dengan lancar, tarikan lebih ringan, dan emisi lebih bersih dibanding bahan bakar fosil konvensional.

Baca Juga: BBM RON 92 Kembali Tersedia di SPBU bp, Stok Premium Masih Terbatas

Bobibos disiapkan dalam dua varian utama: bensin dan solar.

Dengan demikian, target penggunaannya cukup luas mulai dari sepeda motor, mobil bensin dan diesel, hingga mesin industri dan traktor pertanian.

Ini berarti potensi pemanfaatannya bukan hanya di sektor transportasi, tetapi juga di sektor pertanian, perikanan, dan industri kecil.

Beberapa keunggulan yang diklaim antara lain:

Baca Juga: KPK Telusuri Paket Teknologi SPBU, Fokus ke Alat Pantau Stok BBM

- Nilai oktan tinggi (sekitar RON 98) jauh di atas banyak bahan bakar konvensional.

 

- Emisi gas buang jauh lebih rendah, sehingga lebih ramah lingkungan.

 

- Pemanfaatan bahan baku lokal (jerami limbah pertanian) sehingga mendukung kemandirian energi nasional.

 

- Produksi terdesentralisasi: artinya bisa dikembangkan di berbagai daerah, mengurangi ketergantungan impor dan biaya distribusi.

Baca Juga: Siap-Siap Pemerintah Luncurkan B50 dan E10 BBM Baru Ramah Lingkungan Mulai Diterapkan di Indonesia, Banten Kena Dampaknya

Meskipun potensinya besar, Bobibos masih dalam tahap pengembangan dan belum tersedia secara massal di masyarakat.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mempelajari aspek regulasi dan produksi skala besar.

Selain itu, meskipun klaim harga lebih ekonomis dibandingkan bahan bakar RON 98 konvensional dikemukakan, detail harga jual publik belum sepenuhnya diumumkan. 

Bagi wilayah seperti Banten yang memiliki sektor pertanian dan limbah pertanian cukup besar, kemunculan Bobibos bisa membuka peluang ganda pertama sebagai bahan bakar alternatif, dan kedua sebagai sumber pendapatan tambahan bagi petani dari jerami.

Baca Juga: Lonjakan Konsumen BBM Nonsubsidi Sentuh 1,4 Juta KL, ESDM: Efek QR Code Pertalite

Dengan produksi yang terdesentralisasi, potensi untuk pengembangan di luar Jawa juga terbuka.

Dengan demikian, Bobibos adalah salah satu contoh nyata bagaimana inovasi lokal bisa menjawab tantangan energi dan lingkungan secara simultan.

Meskipun masih menunggu skala komersial penuh dan regulasi final, kehadirannya layak untuk diikuti terutama bagi provinsi-provinsi seperti Banten yang memiliki potensi agraris kuat.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.