Terungkap! Kedekatan dengan Jokowi Jadi Kunci Pergeseran Putra Eks Wapres Try Sutrisno dari Jabatan Strategis TNI

AKURAT BANTEN - Sebuah rotasi dan mutasi besar-besaran di tubuh TNI baru-baru ini menyita perhatian publik.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan pergeseran terhadap ratusan perwira tinggi, termasuk Letnan Jenderal Kunto Arief Wibowo, putra dari mantan Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno.
Kabar mengenai mutasi Letjen Kunto ini muncul bersamaan dengan adanya surat terbuka dari Forum Purnawirawan TNI-Polri yang secara kontroversial mengusulkan pencopotan Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Kabar Gembira, Prabowo Akan Berikan Bantuan untuk Guru Honorer dan Renovasi 10.440 Sekolah
Situasi ini tentu menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.
Dalam mutasi tersebut, Letjen Kunto Arief Wibowo harus menyerahkan jabatannya sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) kepada Laksamana Muda TNI Hersan.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Kristomei Sianturi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat organisasi TNI serta menjawab tantangan strategis yang terus berkembang dinamis.
Menariknya, Laksamana Muda Hersan tidak hanya ditunjuk untuk mengisi posisi Pangkogabwilhan I, namun juga mendapatkan promosi menjadi Laksamana Madya (Laksda), menjadikannya perwira tinggi TNI AL dengan bintang tiga di pundaknya.
Sorotan utama dalam pergantian ini tertuju pada sosok Laksda Hersan yang ternyata memiliki kedekatan khusus dengan lingkaran istana.
Lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1994 ini pernah mengemban amanah sebagai ajudan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, pada periode 2014 hingga 2016.
Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai ajudan presiden, karier militer Laksda Hersan terus melesat.
Ia dipercaya untuk menduduki berbagai jabatan strategis di TNI Angkatan Laut, termasuk menjadi Komandan KRI Diponegoro-365 dan KRI Slamet Riyadi-352.
Pengalaman memimpin juga pernah diemban Hersan saat menjabat sebagai Komandan Lanal Palembang pada tahun 2016-2017.
Baca Juga: Prabowo Perintah DKBN Segera Hapus Sistim Outsourcing Pekerja Indonesia
Pada tahun 2022, Hersan ditugaskan sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).
Di tahun yang sama hingga 2023, ia mendapatkan kepercayaan yang lebih tinggi dengan menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden di Kementerian Sekretariat Negara.
Jabatan terakhir yang diembannya sebelum penunjukan ini adalah Panglima Koarmada III pada periode 2023-2025.
Baca Juga: HAM Tolak Wacana Dedi Mulyadi, Siswa Nakal Ikut Pendidikan Karakter di Barak Militer
Sebagai Pangkogabwilhan I, Laksda Hersan kini mengemban tanggung jawab besar dalam mengintegrasikan kekuatan TNI dari berbagai matra – Angkatan Darat, Laut, dan Udara – di wilayah yang meliputi Sumatera, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Markas komando wilayah pertahanan ini berlokasi di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Pergantian kepemimpinan di Kogabwilhan I ini tentu menimbulkan pertanyaan di benak publik.
Baca Juga: BPK Rekomendasikan Andra Soni, Beri Sanksi Sekolah Tak Becus Kelola Dana BOS
Apakah kedekatan Laksda Hersan dengan Presiden Jokowi menjadi faktor utama dalam penunjukannya, terutama mengingat posisi strategis Kogabwilhan I?
Ataukah ini murni merupakan bagian dari upaya reorganisasi dan peningkatan efektivitas TNI dalam menghadapi dinamika keamanan nasional?
Baca Juga: Pemprov Banten WTP 9 Kali Berturut-turut, Namun BPK Temukan Pengelolaan Dana BOS Langgar Aturan
Meskipun Kapuspen TNI telah memberikan keterangan resmi terkait tujuan mutasi ini, latar belakang dan kedekatan Laksda Hersan dengan lingkaran kekuasaan tetap menjadi sorotan menarik.
Publik tentu akan terus mengamati perkembangan ini dan dampaknya terhadap konstelasi kekuatan di tubuh TNI serta implikasinya terhadap situasi politik nasional (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik
- 10Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya







