Saat AHY di Lantik Jadi Menteri Tidak Dihadiri Moeldoko Dan Megawati

AKURAT BANTEN - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menjelaskan alasan dirinya tidak hadir di pelantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Hadi Tjahjanto di Istana Negara pada Rabu (21/8/2024).
Penjelasan itu disampaikan Moeldoko lewat unggahan di akun Instagram resminya @dr_moeldoko pada Rabu.
Dikutip dari Kompas.com dan media ini sebelumnya telah mengonfirmasi unggahan itu kepada Moeldoko dan mendapat izin untuk mengutipnya.
"Yang cari saya hari ini, tenang-tenang, saya ada di sini. Saya sedang menjadi pembicara konferensi FAO Asia Pasifik yang dihadiri oleh 34 delegasi negara. Saya memaparkan tiga prioritas transformasi pertanian dan pangan untuk menghadapi krisis pangan di Asia Pasifik," ujar Moeldoko dalam unggahannya.
Dan atas dilantiknya AHY dan Hadi oleh presiden, Mantan Panglima TNI itu pun menyampaikan ucapan selamat.
- Baca Juga: Badai Tornado Terpa Wilayah Rancaekek Bandung, Peneliti BRIN Lakukan Investigasi
- Baca Juga: Kritik Hasan Tiro Terhadap Demokrasi Indonesia: Demokrasi Primitif
- Baca Juga: Sri Mulyani: Agar Indonesia Tidak Berpotensi Rugi Rp544 Triliun Per-Tahun, Perlu Peran Masyarakat Mengatasi Perubahan Iklim
"Saya ucapkan juga selamat kepada Pak @hadi.tjahjanto dan mas @agusyudhoyono yang telah dilantik oleh Presiden @jokowi menjadi menteri Kabinet Indonesia Maju," kata Moeldoko.
"Mohon maaf saya tidak bisa menghadiri pelantikan karena harus menjalankan tugas saya sebagai Kepala @kantorstafpresidenri untuk menjadi pembicara forum @fao di Sri Lanka," ucap dia.
Selain Moeldoko, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri juga absen di pelantikan tersebut.
Sebelumnya, antara AHY dan Moeldoko pernah berseteru karena persoalan kepengurusan Partai Demokrat pada 2022 ketika saling mengklaim sebagai ketua partai yang sah berdasarkan kongres Partai Demokrat.
Sementara itu, Joko Widodo dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dikabarkan merenggang akibat mulai berbeda arah politik, seperti diketahui Jokowi dan Gibran sebelumnya merupakan kader dari PDI-P.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti






