Banten

Mengenal Tradisi Munggahan, Cara Masyarakat Sunda Menyambut Datangnya Bulan Ramadhan

Rahmawati Huda | 9 Februari 2026, 13:12 WIB
Mengenal Tradisi Munggahan, Cara Masyarakat Sunda Menyambut Datangnya Bulan Ramadhan

AKURAT BANTEN - Menjelang bulan Ramadhan, suasana di berbagai daerah di Indonesia biasanya mulai terasa berbeda. Banyak masyarakat yang mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun batin, untuk menyambut datangnya bulan suci.

Sebagai negara yang kaya akan budaya, Indonesia memiliki banyak tradisi khas dalam menyambut Ramadhan. Salah satunya adalah tradisi munggahan, yang berasal dari masyarakat Sunda dan masih dijaga hingga sekarang.

Makna di Balik Tradisi Munggahan

Munggahan berasal dari kata munggah yang berarti “naik”. Maknanya adalah naik menuju suasana yang lebih suci dan penuh keberkahan, yaitu bulan Ramadhan.

Baca Juga: 8 Manfaat Kurma untuk Buka Puasa dan Tips Mengonsumsinya agar Tetap Sehat

Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk persiapan diri sebelum menjalani ibadah puasa. Tidak hanya soal makanan, munggahan juga menjadi waktu untuk menenangkan hati, memperbaiki niat, dan mempererat hubungan dengan orang-orang terdekat.

Alasan Munggahan Masih Dilestarikan

Hingga saat ini, munggahan masih dijalankan karena memiliki nilai yang kuat dalam kehidupan sosial dan spiritual. Beberapa tujuannya antara lain:

  • Menyambut Ramadhan dengan hati yang lebih tenang
  • Menjalin kebersamaan dengan keluarga dan kerabat
  • Menumbuhkan sikap saling memaafkan
  • Mengingatkan pentingnya persiapan ibadah

Melalui tradisi ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya fokus pada kegiatan fisik, tetapi juga memperbaiki diri secara batin.

Baca Juga: Rekomendasi HP 2 Jutaan yang Masih Worth It di 2026, dengan Performanya Kencang, Cocok Untuk Main Game

Bagaimana Munggahan Dilakukan?

Pelaksanaan munggahan bisa berbeda-beda di setiap daerah. Namun, umumnya kegiatan ini diisi dengan beberapa hal berikut:

  1. Berkumpul dan Makan Bersama
    Keluarga biasanya berkumpul untuk menikmati hidangan sederhana, seperti nasi liwet, sayur, dan lauk rumahan.
  2. Mengunjungi Makam Keluarga
    Sebagian orang juga memanfaatkan waktu munggahan untuk berziarah dan mendoakan anggota keluarga yang telah meninggal.
  3. Menggelar Doa Bersama
    Doa dipanjatkan agar ibadah puasa dapat dijalani dengan lancar dan penuh keberkahan.
  4. Menjaga Hubungan Sosial
    Munggahan juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan, baik dengan keluarga maupun lingkungan sekitar.

    Baca Juga: Waspada! 4 Minuman yang Berisiko Mengganggu Kesehatan Jika Dikonsumsi Berlebihan

Munggahan di Tengah Kehidupan Modern

Di tengah kesibukan zaman sekarang, tradisi munggahan tetap bisa dilakukan dengan cara yang lebih sederhana. Tidak harus meriah, yang penting ada kebersamaan dan niat baik di dalamnya.

Ada yang cukup berkumpul di rumah, berbagi makanan, atau sekadar mengobrol santai bersama keluarga. Hal-hal kecil seperti ini tetap memiliki makna besar jika dilakukan dengan tulus.

Munggahan mengingatkan kita bahwa menyambut Ramadhan bukan hanya soal persiapan fisik, tetapi juga tentang membersihkan hati, memperbaiki niat, dan menjadi pribadi yang lebih baik.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.