Bukan Hanya Disiram, Ini Trik Rahasia Agar Tanaman Hias Tumbuh Sehat dan Cantik!

AKURAT BANTEN-Memulai hobi merawat tanaman hias bisa terasa menakutkan bagi sebagian orang, padahal ini adalah kegiatan yang sangat menyenangkan dan bermanfaat.
Tanaman hias tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga bisa meningkatkan kualitas udara dan membawa ketenangan.
Bagi Anda yang baru ingin memulai, panduan ini akan membantu Anda menjadi "green thumb" atau ahli berkebun.
Baca Juga: Polresta Tangerang Ringkus Ferdy Yusuf, Terduga Pelaku KDRT yang Tewaskan Istri
1. Kenali Kebutuhan Dasar Tanaman
Setiap tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda, tetapi ada tiga faktor dasar yang wajib Anda perhatikan: cahaya, air, dan media tanam.
- Cahaya: Pahami apakah tanaman Anda membutuhkan cahaya matahari langsung, cahaya terang tidak langsung, atau bisa tumbuh di tempat teduh.
Kesalahan terbesar pemula adalah menempatkan tanaman di lokasi yang tidak sesuai.
Contohnya, tanaman sukulen butuh banyak sinar matahari, sedangkan Sansevieria (lidah mertua) bisa bertahan di tempat minim cahaya.
- Air: Sebagian besar tanaman hias tidak menyukai media tanam yang terlalu basah.
Cara terbaik untuk tahu kapan harus menyiram adalah dengan mengecek kelembapan tanah. Masukkan jari Anda sekitar 2-3 cm ke dalam tanah.
Jika terasa kering, itu tandanya Anda perlu menyiram.
- Media Tanam: Gunakan media tanam yang subur dan memiliki drainase baik, seperti campuran sekam, cocopeat, dan pupuk kompos. Media tanam yang padat bisa menahan air terlalu lama dan menyebabkan akar membusuk.
2. Pilih Tanaman yang Tepat untuk Pemula
Untuk awal, pilih tanaman yang perawatannya mudah dan tahan banting. Ini akan membantu Anda membangun kepercayaan diri.
Lidah Mertua (Sansevieria): Tanaman ini sangat toleran terhadap kelupaan menyiram dan minim cahaya. Ideal untuk diletakkan di sudut ruangan.
Sirih Gading (Epipremnum aureum): Tanaman rambat yang cepat tumbuh dan mudah beradaptasi.
Lidah Buaya (Aloe Vera): Selain bermanfaat, tanaman ini juga kuat dan tidak butuh banyak air.
Baca Juga: Stabilitas Dinilai Lebih Penting, Pengamat Minta Presiden Fokus Benahi Polri Tanpa Ganti Kapolri
3. Tips Perawatan Rutin
Setelah Anda mendapatkan tanaman, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan secara rutin.
Menyiram dengan Benar: Siram hingga air keluar dari lubang drainase di bawah pot. Buang sisa air yang menggenang di piringan pot agar akar tidak busuk.
Pemupukan: Beri pupuk cair sebulan sekali atau sesuai anjuran. Jangan berlebihan karena bisa merusak tanaman.
Pembersihan Daun: Lap daun secara berkala dengan kain lembab untuk menghilangkan debu. Ini akan membantu tanaman melakukan fotosintesis dengan lebih efektif.
Waspada Hama: Periksa daun dan batang secara rutin untuk melihat tanda-tanda hama seperti kutu putih atau laba-laba kecil. Jika ada, segera bersihkan dengan sabun khusus tanaman atau pestisida alami.
Baca Juga: Gelombang Isu PHK di Gudang Garam, Presiden Buruh Peringatkan Ancaman Serius bagi Ribuan Pekerja
4. Mengenali Tanda-tanda Masalah
Jangan panik jika tanaman Anda terlihat tidak sehat. Kenali beberapa tanda umum ini:
Daun Menguning: Ini bisa jadi tanda kelebihan air atau kekurangan nutrisi.
Daun Kecoklatan dan Kering: Biasanya karena terlalu banyak paparan sinar matahari langsung atau kekurangan air.
Daun Layu: Bisa jadi kurang air, tapi bisa juga karena kelebihan air yang membuat akar busuk.
Dengan memahami panduan dasar ini, Anda siap untuk memulai perjalanan menjadi pecinta tanaman.
Ingat, merawat tanaman itu seperti belajar. Tidak semua akan berhasil pada percobaan pertama, tapi setiap kegagalan adalah pelajaran berharga. Selamat berkebun! (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










