Banten

Terbongkar! Strategi Brand Besar Bangun Komunitas di WhatsApp dan Telegram

Moehamad Dheny Permana | 4 Juni 2025, 13:57 WIB
Terbongkar! Strategi Brand Besar Bangun Komunitas di WhatsApp dan Telegram

Akurat Banten - Brand-brand besar kini mulai berpindah ke ruang percakapan pribadi seperti WhatsApp dan Telegram untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan konsumen.

Fenomena ini menjadi sorotan karena strategi tersebut terbukti mampu menciptakan loyalitas dan engagement tinggi dalam skala komunitas yang lebih personal.

Tak lagi hanya mengandalkan media sosial besar seperti Instagram atau TikTok, brand kini sadar bahwa audiens menginginkan interaksi yang lebih intim dan bebas dari algoritma.

Grup WhatsApp dan saluran Telegram dimanfaatkan sebagai media penyampaian informasi eksklusif, peluncuran produk terbatas, hingga program loyalitas tersembunyi yang hanya diketahui oleh anggota komunitas.

Baca Juga: Iklan Digital Mahal? Ini Cara Jitu Maksimalkan ROI dengan Budget Terbatas!

Selain itu, pendekatan ini memberikan kesan "kedekatan" yang membuat konsumen merasa lebih dihargai.

Brand juga bisa menerima umpan balik secara langsung, cepat, dan lebih jujur dari para pengikut setianya.

Beberapa brand fashion lokal, misalnya, rutin membagikan sneak peek koleksi terbaru di grup Telegram sebelum diluncurkan secara publik.

Sementara di WhatsApp, komunitas pecinta kopi diberikan akses lebih awal untuk membeli varian baru, sekaligus berdiskusi dengan sesama pecinta kopi lainnya.

Baca Juga: Micro-Influencer Lebih Cuan? Fakta Mengejutkan Dunia Influencer Marketing 2025

Strategi ini dinilai sangat efektif karena menciptakan perasaan eksklusivitas yang meningkatkan loyalitas dan repeat order.

Di tengah era digital yang penuh distraksi, pendekatan komunitas lewat aplikasi pesan menjadi solusi untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Dengan komunikasi yang lebih personal dan cepat, brand dapat membangun rasa kepemilikan bersama dalam komunitasnya.

Tren ini diprediksi akan terus berkembang, seiring konsumen yang semakin selektif terhadap interaksi digital yang mereka ikuti.

Baca Juga: Emosi karena Ucapan Kasbon, Pemuda Habisi Nyawa Majikan dengan Kardus Air Mineral

Komunitas bukan hanya tempat berkumpul, tapi menjadi aset strategis dalam membangun merek yang relevan dan berkelanjutan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.