Banten

Waspada Kebocoran Data, Lakukan 6 Cara Sederhana Ini Untuk Melindungi Akun Google Agar Tidak Mudah Diretas

Cooky T. Adhikara | 29 Mei 2025, 18:46 WIB
Waspada Kebocoran Data, Lakukan 6 Cara Sederhana Ini Untuk Melindungi Akun Google Agar Tidak Mudah Diretas

AKURAT BANTEN - Di era digital seperti sekarang, akun Google bisa dibilang adalah ‘kunci utama’ kehidupan online kita.

Mulai dari email, penyimpanan cloud, riwayat pencarian, hingga akses ke layanan penting seperti Google Maps dan YouTube, semuanya terhubung dalam satu akun. Maka, tak heran jika akun Google menjadi sasaran empuk para peretas.

Celakanya, banyak pengguna yang masih abai dalam melindungi akun mereka. Padahal, langkah-langkah untuk meningkatkan keamanannya tidak sulit.

Cukup luangkan beberapa menit saja untuk melakukan pengaturan yang tepat, maka Anda bisa terhindar dari risiko kehilangan data, pembobolan akun, hingga penyalahgunaan informasi pribadi.

Berikut enam langkah cerdas yang bisa Anda lakukan langsung dari ponsel untuk menjaga akun Google tetap aman dan terlindungi.

Baca Juga: Jangan Dispelekan, Ini 5 Alasan Kenapa Laptop Perlu Dibersihkan Secara Berkala

1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (2FA)

Langkah pertama ini bisa dibilang sebagai tindakan pengaman paling efektif. Verifikasi dua langkah bekerja dengan cara menambahkan satu lapisan keamanan tambahan setelah Anda memasukkan kata sandi. Biasanya berupa kode yang dikirim melalui SMS, aplikasi Google Authenticator, atau notifikasi langsung ke ponsel.

Tanpa kode ini, siapa pun tak bisa masuk meskipun mereka tahu kata sandi Anda. Bayangkan seperti memasang dua gembok di pintu rumah, lebih aman, bukan?

2. Gunakan Kata Sandi yang Kuat dan Tidak Pasaran

Hingga kini, kata sandi seperti "123456", "qwerty", dan "password" masih jadi favorit banyak orang. Ironisnya, justru itulah yang membuat akun mudah diretas.

Pilih kata sandi yang kompleks namun tetap Anda ingat. Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Hindari menggunakan tanggal lahir atau nama hewan peliharaan. Jika sulit menghafal, manfaatkan aplikasi pengelola kata sandi untuk menyimpannya dengan aman.

Baca Juga: Sejarah Terukir di Borobudur: Prabowo dan Macron Perkuat Ikatan Budaya Indonesia-Prancis!

3. Perbarui Informasi Pemulihan Akun

Saat lupa kata sandi atau akun Anda terkunci karena aktivitas mencurigakan, satu-satunya penyelamat bisa jadi adalah nomor telepon atau email pemulihan.

Pastikan Anda telah menambahkan informasi ini di pengaturan akun Google, dan jangan lupa untuk memperbaruinya jika berganti nomor atau alamat email. Dengan begitu, Anda bisa memulihkan akun dengan mudah kapan pun diperlukan.

4. Cek Aktivitas dan Perangkat yang Terhubung

Tak ada salahnya sesekali ‘mengintip’ siapa saja yang telah mengakses akun Anda. Google menyediakan fitur yang memungkinkan pengguna melihat lokasi, waktu, dan perangkat yang terakhir kali masuk ke akun Anda.

Jika menemukan aktivitas yang mencurigakan atau tidak Anda kenali, segera ubah kata sandi dan keluar dari semua perangkat. Lebih baik mencegah daripada menyesal kemudian.

Baca Juga: Pelaku Penculikan Guru SD di Cirebon Berhasil Dibekuk Polisi, Korban Selamat Setelah Melarikan Diri

5. Waspadai Serangan Phishing dan Aplikasi Berbahaya

Email atau pesan yang tampak resmi tapi meminta informasi pribadi? Waspadalahitu bisa jadi serangan phishing. Jangan asal klik tautan, apalagi jika pengirimnya mencurigakan.

Selalu pastikan situs yang Anda kunjungi aman dan resmi. Gunakan browser dengan fitur keamanan terkini, serta pasang antivirus yang mampu mendeteksi malware di ponsel. Ingat, satu klik bisa membuka pintu bagi peretas.

6. Amankan Ponsel Anda Secara Fisik

Tak kalah penting, jaga perangkat Anda dengan sistem keamanan dasar seperti kunci layar, sidik jari, atau pengenalan wajah. Jika ponsel hilang atau dicuri, Anda masih punya kendali melalui fitur "Temukan Perangkat Saya" yang bisa melacak lokasi, mengunci, bahkan menghapus data dari jarak jauh.

Dengan begitu, data di akun Google tetap aman meskipun ponsel berpindah tangan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.